PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tengah mematangkan rencana pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk menutup kebutuhan anggaran perbaikan jalan. Berdasarkan kajian awal, total dana yang dibutuhkan mencapai Rp750 miliar untuk menuntaskan seluruh ruas jalan kabupaten yang rusak.
Kebutuhan itu dihitung dengan asumsi biaya perbaikan sekitar Rp3 miliar per kilometer. Saat ini, sekitar 35 persen dari total 800 kilometer lebih ruas jalan kabupaten tercatat dalam kondisi rusak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., menyampaikan, besarnya kebutuhan tersebut mendorong pemkab untuk mencari sumber penganggaran alternatif. Selain mengoptimalkan program dari pemerintah pusat, opsi pinjaman ke PT SMI menjadi salah satu skema yang tengah dikaji serius.
Hasil kajian PT SMI menunjukkan, nilai pinjaman yang dapat diperoleh Loteng maksimal mencapai Rp200 miliar. Keputusan itu juga mempertimbangkan beban utang daerah yang masih berjalan di PT SMI.