Pencarian

Gubernur NTB Tawarkan Proyek Bypass Lembar–Kayangan Rp3,5 Triliun ke Dubes Qatar, Target Konstruksi 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 10:46:31 WIB
Gubernur NTB Tawarkan Proyek Bypass Lembar–Kayangan Rp3,5 Triliun ke Dubes Qatar, Target Konstruksi 2027
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan proyek bypass Lembar–Kayangan senilai Rp3,5 triliun kepada Dubes Qatar di Kantor Gubernur NTB, Jumat (28/8).

MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai menjajaki pendanaan dari Qatar untuk merealisasikan proyek infrastruktur strategis bypass Lembar–Kayangan. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan langsung potensi investasi itu di hadapan Dubes Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, dalam pertemuan formal di Kantor Gubernur NTB, Jumat (28/8).

Dalam paparannya, Iqbal menyebut rute port to port yang direncanakan hanya berjarak 1 kilometer dari garis pantai, sehingga tidak membutuhkan banyak modifikasi lahan.

"Kami punya rute port to port. Jaraknya tepat 1 kilometer, langsung menuju garis pantai. Jadi, tidak perlu banyak melakukan modifikasi, cukup mengikuti jalan yang sudah ada," kata Iqbal.

Anggaran Rp3,5 Triliun untuk Dua Segmen Jalan

Total kebutuhan dana pembangunan bypass ini mencapai Rp3,5 triliun. Rinciannya, pembangunan jalan baru segmen Sengkol–Pringgabaya sepanjang 25 kilometer menyerap anggaran sekitar Rp2,8 triliun, sedangkan perbaikan jalan bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan dana sekitar Rp700 miliar.

Segmen Sengkol–Pringgabaya sendiri membentang melintasi dua kabupaten. Di Lombok Tengah panjangnya sekitar 13 kilometer, sementara di Lombok Timur mencapai 12 kilometer. Rencananya, jalur ini tembus dari Sengkol menuju Keruak, Labuhan Haji, Korleko, Pohgading, hingga Pringgabaya.

Lebar jalan direncanakan antara 25 meter sampai 30 meter. Pemerintah daerah berupaya memanfaatkan ruas jalan existing yang tidak padat pemukiman agar biaya pembebasan lahan tidak membengkak.

Jadwal Pengerjaan: DED dan Amdal Tahun Depan

Tahapan persiapan proyek sudah disusun. Pada 2026, fokus pengerjaan diarahkan pada penyusunan detailed engineering design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dan pembebasan lahan. Konstruksi baru dimulai awal 2027 dengan target rampung paling lambat 2028.

Skema pembiayaan proyek ini terus dikonsultasikan dengan kementerian terkait agar efisiensi anggaran bisa dijaga. Jika jalur baru terealisasi, waktu tempuh Lembar–Kayangan dipangkas menjadi 1 jam 45 menit hingga 2 jam, jauh lebih cepat dibanding kondisi saat ini.

Efek Domino: Logistik dan Wisata Bali–Lombok–Sumbawa

Kehadiran bypass ini diharapkan mendorong mobilitas pengguna jasa penyeberangan, baik untuk logistik maupun perjalanan wisatawan. Konektivitas dari Bali menuju Lombok dan Sumbawa bakal semakin efisien, seiring dengan keberadaan bypass Bandara Internasional Lombok dan bypass Mandalika yang sudah lebih dulu beroperasi.

Bypass port to port Lembar–Kayangan merupakan lanjutan dari dua jalur tersebut, sekaligus menjadi penghubung utama antarwilayah di Pulau Lombok.

Penerbangan Langsung Lombok–Qatar Ikut Dibahas

Selain infrastruktur darat, pertemuan selama hampir dua jam itu juga membahas peluang pembukaan penerbangan langsung atau direct flight rute Lombok–Qatar. Iqbal mengaku diskusi berlangsung intensif, bahkan sehari sebelumnya kedua pihak sudah bertemu secara informal selama tiga jam.

"Ada beberapa isu mengenai airport, mengenai airline kita juga diskusi. Banyak sekali tadi, luas sekali diskusinya," ungkap mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.

Politikus Partai Gerindra itu juga menjajaki kemungkinan masuknya lembaga keuangan dan filantropi asal Qatar, seperti Qatar Fund, Qatar Charity, hingga institusi Qatar Airways. Iqbal menyebut Dubes Qatar sempat terkejut mengetahui banyaknya potensi investasi yang dimiliki NTB.

Sementara itu, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari mengaku kunjungan perdananya ke Lombok merupakan undangan khusus dari Gubernur NTB. Kunjungan ini dilakukan setelah penyerahan surat kepercayaan dirinya pada Juli lalu, dengan fokus mengeksplorasi kerja sama di bidang investasi dan pendidikan.

"Kami membahas dan mengeksplorasi ruang kerja sama yang ada di Lombok, khususnya investasi dan pendidikan," katanya. Selama di Lombok, Dubes Qatar juga sempat meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks