NUSA TENGGARA BARAT — Kebakaran terjadi pada pukul 11.13 WIB saat kapal bersandar usai menuntaskan bongkar muatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang. General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menjelaskan insiden diduga berawal dari ledakan pada sistem hidrolik pintu kedap air otomatis di ruang mesin.
Awak kapal langsung menjalankan prosedur darurat. Mereka memadamkan api dan mengevakuasi korban. Berkat respons cepat, api berhasil dikendalikan dalam 3-4 menit sehingga tidak merembet ke area lain.
Fokus pada Korban dan Investigasi
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan perhatian utama perusahaan saat ini tertuju pada penanganan para korban. "Kami ingin memastikan bahwa para korban dan keluarga tidak menghadapi situasi ini sendirian. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pendampingan yang diperlukan," ujar Heru dalam keterangan resmi.
Sebanyak 15 orang yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke rumah sakit. ASDP terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi mereka dan memastikan semua kebutuhan penanganan terpenuhi.
"Atas nama manajemen ASDP, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Pikiran dan perhatian kami saat ini sepenuhnya tertuju kepada para korban yang sedang menjalani perawatan serta keluarga yang mendampingi mereka. Kami turut mendoakan agar seluruh korban diberikan kekuatan dan dapat segera pulih," tambah Heru.
Evaluasi Standar Keselamatan
Perusahaan berkomitmen mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang untuk mencari penyebab pasti kebakaran. Selain itu, ASDP akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memperkuat standar keselamatan operasional kapal.
"Keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta seluruh insan yang bekerja di lingkungan operasional ASDP akan selalu menjadi prioritas utama perusahaan," tegas Heru.
ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada awak kapal, petugas pelabuhan, tim medis, Dinas Pemadam Kebakaran, KSOP, Kepolisian, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan yang bergerak cepat dalam penanganan insiden ini. Perusahaan berjanji akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses investigasi dan pemulihan korban.