NUSA TENGGARA BARAT — Pembukaan IMERC 2026 tidak hanya dimulai dengan seremoni, tetapi juga aksi nyata berupa penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Al-Firdaus di Kalimantan Selatan. Langkah ini menjadi penanda bahwa ajang yang digagas Yayasan Garuda Rescue Nusantara (GRN) ini mengusung tiga pilar utama: tantangan, pelatihan, dan kepedulian sosial.
"Challenge menjadi sarana menguji kompetensi dan kesiapsiagaan. Training menjadi ruang belajar dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Sementara itu, charity mengingatkan bahwa setiap kompetensi yang dimiliki harus memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat," ujar Ketua Dewan Pengawas Yayasan Garuda Rescue Nusantara, R. Teguh Sapto Subroto, di Training Ground GRN, Kalimantan Timur.
Gratis demi Pemerataan Kompetensi Penyelamat
Ketua Yayasan GRN, Adri Thanada, menegaskan bahwa IMERC hadir untuk menjawab kesenjangan kemampuan antar-rescuer di Indonesia. Menurutnya, pendidikan dan pengalaman di bidang penyelamatan adalah hak semua orang, bukan hanya milik perusahaan besar.
"Mimpi GRN adalah bagaimana semua rescuers memiliki kemampuan yang merata. Itulah mengapa event ini gratis. Pendidikan, pengalaman, dan ilmu tentang rescue adalah hak semua orang," jelas Adri Thanada.
Ia menambahkan, semakin banyak rescuer yang kompeten, Indonesia akan semakin tangguh dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di sektor pertambangan yang memiliki risiko tinggi.
Daftar Peserta Penuh, Pelatih dari Australia Hadir
Antusiasme tinggi terlihat dari slot peserta yang langsung terisi penuh. Sekitar 30 perusahaan mendaftar, namun hanya 24 tim yang berhasil masuk, termasuk satu tim dari Australia, Northern Star Resources Ltd. Nama-nama besar seperti PT Freeport Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Pamapersada Nusantara turut ambil bagian.
Ketua Panitia IMERC 2026, Koko Prayitno, menyebutkan bahwa tahun ini ada tambahan program unggulan. "Selain Challenge, terdapat Workshop Incident Management Training yang menghadirkan pelatih dari Australia, kesempatan gratis bagi observer dari berbagai perusahaan yang saat ini telah mencapai 355 orang, kolaborasi bersama relawan dari berbagai perusahaan dan institusi profesional, serta keterlibatan UMKM, Rumah Zakat, dan Yayasan Al-Firdaus," kata Koko.
Dukungan Regulator dan Apresiasi Mitra Internasional
Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Ari Hendarwanto, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IMERC 2026. Ia menilai ajang ini memperkuat budaya keselamatan dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Mengingat sektor ESDM memiliki risiko yang tinggi, kehadiran seluruh peserta merupakan wujud nyata dedikasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan sektor pertambangan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," ujarnya.
Dukungan juga datang dari Founder MERC Australia, Sue Steele. "Merupakan suatu kehormatan bagi MERC untuk kembali diundang mendukung IMERC 2026. Kami menganggap Balikpapan sebagai rumah kedua kami. Bertandinglah dengan penuh integritas, saling belajar satu sama lain, dan selalu ingat bahwa pencapaian terbaik adalah pulang dengan selamat serta memastikan orang lain juga dapat melakukan hal yang sama," tuturnya.
Setelah upacara pembukaan, kompetisi resmi dimulai pada 7 Agustus 2026 dengan lima nomor pertandingan: Road Crash Rescue (RCR), Underwater Rescue & Recovery (UWRR), Vertical Rescue, Confined Space Rescue (CSR), dan Structural Fire Fighting (SFF). Seluruh rangkaian acara dapat disaksikan publik secara gratis melalui kanal YouTube resmi Garuda Rescue Nusantara.
Sebagai hasil kolaborasi GRN dan MERC Australia, IMERC diharapkan terus menjadi wadah pembelajaran dan penguatan kapasitas tim tanggap darurat, agar operasi pertambangan di Indonesia semakin aman, profesional, dan berstandar internasional.