Pencarian

BMKG Ungkap Suhu Malam di NTB Naik 2 Derajat Celsius, Angin Monsun Australia Melemah Jadi Penyebab

Selasa, 02 Juni 2026 • 19:47:02 WIB
BMKG Ungkap Suhu Malam di NTB Naik 2 Derajat Celsius, Angin Monsun Australia Melemah Jadi Penyebab
Suhu malam di NTB naik 2 derajat Celsius akibat melemahnya Angin Monsun Australia.

MATARAM — Suhu minimum rata-rata di NTB dalam dua hari terakhir mencapai 20,5 derajat Celsius, lebih tinggi dari periode sebelumnya yang sempat menyentuh 18,5 derajat Celsius. Kondisi ini membuat udara malam hingga pagi hari terasa lebih hangat dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Angin Monsun Australia Melemah, Pasokan Udara Dingin Berkurang

Ari Wibianto menjelaskan, Angin Monsun Australia yang biasanya membawa massa udara dingin dan kering dari Benua Australia ke wilayah Indonesia bagian selatan kini mulai melemah. "Beberapa hari terakhir kecepatan angin cenderung melemah, sehingga pengaruh massa udara dingin dari Australia berkurang," papar Ari, Selasa (2/6/2026).

Berkurangnya pasokan udara dingin ini membuat suhu udara di NTB perlahan kembali menghangat. Sebelumnya, pada akhir Mei 2026, sebagian besar wilayah NTB sempat merasakan suhu yang lebih dingin dari biasanya, bahkan warga di kawasan pesisir mulai mengenakan jaket saat beraktivitas di luar rumah pada malam dan pagi hari.

Kelembapan Tinggi Turut Menahan Panas di Malam Hari

Selain faktor angin, BMKG mencatat tingkat kelembapan udara dalam beberapa hari terakhir lebih tinggi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Kondisi atmosfer yang lebih lembap ini mendukung pertumbuhan awan lebih banyak di atmosfer.

Meski tidak sebanyak saat musim hujan, keberadaan awan dinilai cukup berpengaruh terhadap suhu udara malam hari. Awan dan kelembapan yang meningkat membuat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer tidak berlangsung secepat saat langit cerah. Akibatnya, panas yang tersimpan pada siang hari masih bertahan lebih lama sehingga udara malam hingga pagi terasa lebih hangat.

BMKG: Suhu Hangat Berpotensi Bertahan Beberapa Hari ke Depan

BMKG memperkirakan kondisi suhu yang relatif hangat masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Hal itu dapat terjadi selama Angin Monsun Australia tidak kembali menguat dan kelembapan udara tetap berada pada tingkat yang cukup tinggi.

Kondisi ini menjadi catatan bagi warga NTB yang sebelumnya sempat merasakan udara dingin yang tidak biasa, terutama di kawasan pesisir yang umumnya terbiasa dengan cuaca hangat.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks