PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui partisipasi dalam ajang Inabuyer 2026 yang berlangsung pada 5-7 Mei 2025. Langkah ini bertujuan mengintegrasikan pelaku usaha kecil ke dalam ekosistem rantai pasok nasional, baik di lingkungan BUMN maupun sektor swasta. Melalui forum business matching ini, emiten berkode BMRI tersebut juga memperkenalkan solusi digital Livin’ Merchant dan Kopra untuk efisiensi operasional usaha.
Bank Mandiri memacu transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Dalam gelaran Inabuyer 2026, bank berlogo pita emas ini memboyong solusi Livin’ Merchant dan Kopra by Mandiri untuk menyederhanakan pengelolaan transaksi dan operasional bisnis secara real-time. Kehadiran perseroan dalam ajang ini mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pasar serta memperkuat sektor produktif nasional.
Digitalisasi sebagai Motor Utama Efisiensi UMKM
Fokus utama Bank Mandiri dalam ajang ini adalah memberikan solusi konkret bagi kendala klasik UMKM, yakni manajemen keuangan dan akses teknologi. Melalui aplikasi Livin’ Merchant, pelaku usaha dapat mendigitalisasi kasir dan menerima pembayaran non-tunai dengan lebih praktis. Di sisi lain, layanan Kopra by Mandiri disiapkan untuk membantu pelaku usaha yang mulai berkembang ke skala menengah agar bisa mengelola arus kas (cash management) secara lebih profesional dan terintegrasi.
Langkah digitalisasi ini dipandang krusial karena efisiensi operasional menjadi syarat mutlak bagi UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok korporasi besar. Dengan pencatatan keuangan yang rapi dan transparan, pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan penilaian kredit (credit scoring) yang baik. Hal ini secara otomatis membuka keran pembiayaan yang lebih luas dari perbankan untuk ekspansi bisnis di masa mendatang.
Membuka Gerbang Rantai Pasok Nasional
Forum Inabuyer 2026 sendiri merupakan platform strategis hasil inisiasi Kementerian UMKM. Misinya jelas: mempertemukan produsen lokal dengan pembeli potensial dari kalangan korporasi besar, instansi pemerintah, hingga sesama BUMN. Bank Mandiri melihat celah ini sebagai peluang emas untuk menjembatani nasabah UMKM binaannya agar bisa menjalin kontrak kerja sama jangka panjang dengan para pembeli besar tersebut.
Senior Vice President Government & Institutions 2 Bank Mandiri, Hendrianto Setiawan, menegaskan bahwa konektivitas antara UMKM dan pasar adalah kunci utama transformasi bisnis. Menurutnya, keterlibatan aktif perseroan dalam ajang ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal.
“Partisipasi ini sejalan dengan fokus perseroan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja. Hal tersebut kami dorong melalui pendekatan berbasis sinergi yang terintegrasi bersama berbagai pemangku kepentingan,” ujar Hendrianto dalam keterangannya, Kamis (7/5/2025).
Sinergi Ekosistem dan Akselerasi Kredit Produktif
Keterlibatan Bank Mandiri dalam Inabuyer 2026 juga mencerminkan upaya bank pelat merah ini dalam memperkuat peran sektor UMKM dalam struktur ekonomi nasional. Perseroan tidak hanya berperan sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai pendamping yang menghubungkan akses pembiayaan dengan akses pasar. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan transaksi bernilai besar yang langsung berdampak pada pertumbuhan omzet pelaku usaha.
Hendrianto menambahkan, keikutsertaan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Perseroan optimistis, penguatan pada sektor ini akan menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Transformasi UMKM agar naik kelas bukan lagi sekadar slogan, melainkan target yang dikejar melalui penyediaan infrastruktur perbankan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat peran pemberdayaan melalui berbagai inisiatif strategis yang berkelanjutan. Dengan integrasi antara layanan perbankan digital dan platform business matching seperti Inabuyer, perseroan berharap UMKM Indonesia semakin berdaya saing tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.