Pencarian

KONI Lombok Barat Prioritaskan Cabor Unggulan Akibat Keterbatasan Dana Porprov 2026

Jumat, 08 Mei 2026 • 12:17:33 WIB
KONI Lombok Barat Prioritaskan Cabor Unggulan Akibat Keterbatasan Dana Porprov 2026
Ketua KONI Lombok Barat Abu Bakar Abdullah menyampaikan strategi prioritas cabor unggulan di Porprov NTB 2026.

LOBAR — Persiapan kontingen Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 Juli mendatang dibayangi defisit anggaran yang signifikan. Dari kebutuhan ideal yang dipetakan mencapai Rp6 miliar, KONI setempat kini harus memutar otak dengan total dana yang hanya tersedia sebesar Rp1,7 miliar.

Ketua KONI Lombok Barat, Abu Bakar Abdullah, mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya mengajukan proposal perencanaan sebesar Rp4,5 miliar hingga Rp6 miliar pada Desember 2025. Namun, kondisi fiskal daerah yang tertekan membuat Pemerintah Daerah hanya mampu menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar.

Defisit Anggaran: Dari Usulan Rp6 Miliar Hanya Disetujui Rp1,7 Miliar

Guna menutupi kekurangan tersebut, KONI Lobar berinisiatif menggandeng DPRD untuk mencari dukungan tambahan. Upaya ini membuahkan hasil melalui program inisiatif legislatif yang menyumbang tambahan dana sekitar Rp700 juta, sehingga total dana persiapan saat ini berada di angka Rp1,7 miliar.

"Memang kita memahami situasi fiskal daerah saat ini. Namun, karena momentum Porprov ini sangat krusial, kami berinisiatif menggandeng rekan-rekan di DPRD untuk memberikan dukungan tambahan," ujar Abu Bakar, Kamis (7/5).

Meskipun angka tersebut masih jauh dari target awal, Abu Bakar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada keadaan. Fokus utama organisasi saat ini adalah memastikan penggunaan dana yang transparan dan efektif demi menjaga asa meraih prestasi tertinggi di ajang provinsi tersebut.

Strategi Skala Prioritas: Fokus pada Cabor Potensi Medali

Menghadapi keterbatasan finansial, KONI Lobar menerapkan strategi efisiensi dengan menetapkan skala prioritas. Otoritas olahraga daerah ini mulai memetakan cabang olahraga (cabor) yang memiliki potensi medali paling besar untuk mendapatkan alokasi sumber daya utama.

"Kita menyusun satu perencanaan dengan beberapa opsi alternatif. Fokus kita bagaimana Lombok Barat bisa tampil maksimal. Kami sudah memetakan mana cabor unggulan dan mana cabor potensial," tambahnya.

Langkah pemetaan ini diambil agar target "Lobar Juara" tetap realistis untuk dicapai. Abu Bakar menjamin bahwa meskipun fokus diberikan pada cabor unggulan, cabor potensial lainnya tetap akan mendapatkan perhatian sesuai dengan kapasitas anggaran yang tersedia.

Fenomena Latihan Mandiri: Atlet Gunakan Dana Pribadi Demi Prestasi

Di tengah minimnya dukungan finansial dari organisasi, muncul fenomena kemandirian yang kuat di tingkat atlet dan pelatih. Banyak dari mereka, termasuk orang tua atlet, yang merogoh kocek pribadi agar rutinitas latihan menuju Porprov 2026 tidak terhenti.

Abu Bakar menyebut dedikasi ini sebagai aset daerah yang tidak ternilai dengan uang. Ia mengapresiasi semangat para patriot olahraga yang tetap konsisten berlatih meski fasilitas dan dukungan finansial dari daerah belum maksimal.

"Saya sangat merasakan semangat juang teman-teman. Latihan tetap jalan, bahkan banyak yang dilakukan secara mandiri dari kantong pribadi atlet, orang tua, dan pelatih. Ini adalah dedikasi yang luar biasa," tegas Abu Bakar.

Sebagai langkah lanjutan, KONI Lombok Barat berencana menggelar diskusi teknis dengan seluruh pengurus cabor dalam waktu dekat. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dan memastikan efektivitas penggunaan anggaran di tengah segala keterbatasan sumber daya yang ada.

Bagikan
Sumber: radarmandalika.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks