MATARAM — Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid menyatakan rakor tersebut fokus mematangkan langkah pengamanan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Rapat dipimpin Kepala Operasi Polda NTB Kombes Pol Erwin Rachmat, didampingi Direktur Samapta Kombes Pol Joko Adi Nugroho dan Dansat Brimob Kombes Pol Nadi Chaidir.
“Kami terus mematangkan kesiapan personel dan langkah cipta kondisi, agar seluruh rangkaian MotoGP Mandalika berjalan aman, tertib dan lancar,” ungkap Kholid melalui keterangan persnya.
Simulasi 28 September, Operasi Cipta Kondisi Mulai 5 Oktober 2026
Dalam rakor itu, Karo Ops Polda NTB menjadwalkan simulasi pada 28 September 2026. Operasi Cipta Kondisi menyusul mulai berjalan 5 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026.
“Simulasi akan dilaksanakan 28 September dan operasi cipta kondisi dimulai 5 Oktober 2026. Penggunaan HT bagi para Padal dalam Operasi Mandalika juga mulai diaktifkan, untuk memperkuat komunikasi di lapangan,” ujar Kombes Kholid.
Pengaktifan HT bagi para perwira pengendali disebut untuk memperkuat komunikasi di lapangan selama rangkaian operasi berlangsung.
Antisipasi Karhutla: Jangan Sampai Asap Ganggu Event
Rakor turut membahas langkah pencegahan potensi gangguan di sekitar lokasi MotoGP. Salah satu yang disorot adalah risiko pembakaran lahan yang dapat menimbulkan asap dan mengganggu aktivitas selama perhelatan.
Direktur Samapta Polda NTB menekankan pentingnya deteksi serta pencegahan sejak dini terhadap potensi karhutla.
“Dir Samapta menekankan pencegahan, termasuk mengantisipasi pembakaran lahan di sekitar lokasi MotoGP. Jangan sampai asap mengganggu jalannya event,” kata Kombes Kholid.
Polresta Mataram, Polres Lombok Barat, dan Polresta Lombok Tengah Dilibatkan
Rakor dihadiri pejabat terkait dari Polda NTB serta jajaran Polresta Mataram, Polres Lombok Barat, dan Polresta Lombok Tengah. Ketiga satuan wilayah itu dilibatkan untuk menyatukan langkah pengamanan menjelang MotoGP Mandalika 2026.
Polda NTB belum merinci jumlah personel yang akan diterjunkan dalam Operasi Cipta Kondisi maupun simulasi 28 September 2026.