PPSLU Mandalika Layani 67 Lansia Terlantar, Terbagi Tiga Kategori Kemandirian

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:01:01 WIB

MATARAM — Kepala PPSLU Mandalika, Dina Nurlaily Aprinaida, menyatakan seluruh penghuni panti masuk dalam kategori yang sama, yakni lansia terlantar dan tidak mampu. Kondisi itu membuat panti menanggung kebutuhan harian mereka, mulai dari makan hingga perawatan kebersihan.

"Yang ada di sini memang dengan kategori yang sama, yaitu lansia yang terlantar dan tidak mampu, baik terlantar secara sosial maupun secara ekonomi," katanya.

Sebagian lansia yang dirawat masih punya keluarga. Namun keluarga tersebut tidak sanggup memberikan pengasuhan atau pelayanan memadai akibat keterbatasan ekonomi.

Tiga Tingkat Kemandirian Jadi Dasar Pola Perawatan

PPSLU Mandalika mengelompokkan penghuni berdasarkan kemampuan mereka mengurus diri sendiri. Pembagian ini menentukan seberapa besar bantuan petugas yang dibutuhkan setiap hari.

"Lansia mandiri masih mampu melakukan aktivitas seperti mandi dan makan sendiri, sedangkan kategori setengah mandiri membutuhkan bantuan dalam beberapa aktivitas tertentu," ujar Dina.

Lansia kategori tidak mandiri butuh pendampingan penuh. Mereka umumnya ditempatkan di ruang perawatan khusus agar pengawasan lebih ketat.

Mandikan hingga Suapi, Petugas Tangani Kebutuhan Harian

Beban kerja petugas mencakup aktivitas dasar penghuni. Mereka memandikan, menyuapi, dan membantu berbagai kebutuhan lain bagi lansia yang tidak bisa bergerak sendiri.

Dina menyebut kondisi itu menjadi tantangan tersendiri. PPSLU Mandalika menghadapi keterbatasan sumber daya manusia untuk menangani 67 lansia dengan tingkat kebutuhan berbeda.

Butuh Izin Desa atau Lingkungan Sebelum Lansia Dibawa ke Panti

Prosedur penerimaan penghuni tidak berjalan otomatis. Pihak panti harus lebih dulu memperoleh izin dari pemerintah desa atau lingkungan tempat lansia tinggal.

"Saat ini, PPSLU Mandalika melayani 67 dengan kondisi dan tingkat kebutuhan berbeda," kata Dina.

Jumlah itu mencerminkan beban layanan yang harus dipikul panti dengan jumlah petugas terbatas. Kebutuhan pendampingan tiap penghuni pun tidak sama, bergantung pada tingkat kemandirian masing-masing.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: mataramradio.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top