Pemprov NTB Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru, 10 Angkatan Pelatihan Disiapkan

Penulis: Taufik Rahman  •  Sabtu, 19 September 2026 | 11:16:01 WIB

MATARAM — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Barat menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang tengah berkembang pesat di era digitalisasi. Kepala Disparekraf NTB Lalu Ahmad Nur Aulia menilai potensi ekraf di provinsi itu cukup besar, meski selama ini belum terlihat kuat dalam program pembangunan daerah.

Pemprov NTB menyiapkan peran sebagai fasilitator, regulator, sekaligus akselerator bagi pelaku ekraf. Pendekatannya ditempuh dengan memperbanyak ruang peningkatan kapasitas dan menyerap langsung kebutuhan pegiat di lapangan.

Pelaku Ekraf Dianggap Paling Tahu Kebutuhan Sendiri

Ahmad Aulia menegaskan pemerintah daerah tidak bisa hanya berperan sebagai pelaksana program. Menurutnya, pelaku dan pegiat ekraf yang paling mengetahui potensi, kendala, maupun kebutuhan pengembangan usaha mereka.

"Yang tahu apa yang menjadi target, kendala dan harapan itu adalah para pelaku dan pegiat ekonomi kreatif sendiri. Karena itu, kita harus banyak mendengar dari mereka," katanya di Mataram, Jumat, 18 September 2026.

Dari situ, Disparekraf NTB menyusun materi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil pelaku usaha, bukan sekadar program seragam dari pusat.

Lima Angkatan Berjalan, Materi Diarahkan ke Teknologi Digital

Hingga kini Disparekraf NTB telah melaksanakan lima angkatan pelatihan dengan materi yang banyak diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital. Materi yang diberikan mencakup pembuatan dan penjualan produk digital, microlearning, pengembangan bisnis creative agency, hingga keterampilan yang berkaitan dengan profesi clipper.

Antusiasme terhadap program ini disebut cukup tinggi. Pelaku dari berbagai subsektor ekraf mulai menyampaikan keinginan agar mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan masing-masing.

"Baru lima angkatan. Insya Allah tahun ini kita akan lakukan sampai 10 angkatan dengan tema yang berbeda-beda," jelas Ahmad Aulia.

Peluang Pasar Tidak Lagi Terbatas di Lokal

Penguatan ekraf menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. Perkembangan teknologi membuat pemasaran dan penciptaan produk kreatif tidak lagi terbatas pada pasar lokal.

"Harapannya masyarakat bisa melihat bahwa peluang atau potensi ekonomi kreatif di era saat ini memang sangat terbuka lebar dan bisa dimanfaatkan," katanya.

Pemprov NTB akan terus mencari bentuk intervensi yang sesuai dengan persoalan yang dihadapi pelaku ekraf. Tujuannya agar pengembangan ekonomi kreatif tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan dan membuka lapangan kerja.

Informasi mengenai pelatihan dan program ekraf disampaikan melalui kanal media sosial Disparekraf NTB. Masyarakat yang berminat tidak harus datang langsung ke kantor untuk memperoleh informasi mengenai program yang tersedia.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top