NUSA TENGGARA BARAT — Suzuki akhirnya membuka tabir soal rencana elektrifikasi mereka di segmen mobil penumpang mungil. Model produksi dari konsep Vision e-Sky itu diperkenalkan di Jepang pada Senin (25/8) dan langsung menyita perhatian karena klaim efisiensinya yang agresif.
Kepala insinyur e Sky, Tomoyuki Tsubata, menegaskan timnya mendesain setiap komponen hingga ke hitungan gram dan milimeter demi mengejar efisiensi tenaga dan jarak tempuh. Hasilnya, mobil ini disebut hanya butuh energi sekitar 1 kW untuk melaju sejauh 12 kilometer.
Dengan tingkat efisiensi tersebut, Suzuki mengklaim e Sky bisa menempuh jarak 30 persen lebih jauh dibandingkan BYD Racco ataupun Nissan Sakura EV jika menggunakan jumlah energi yang sama. Padahal, secara angka raw, jarak tempuh e Sky yang 310 kilometer sebenarnya lebih pendek dari Racco yang diklaim mencapai 320 kilometer.
Perbandingan ini menjadi modal utama Suzuki untuk bersaing di pasar kei car listrik Jepang yang sudah lebih dulu dihuni Nissan, Honda, Mitsubishi, dan pendatang baru asal China, BYD. Sebelumnya, Suzuki hanya berkutat di segmen komersial lewat e Every.
Secara tampilan, e Sky mempertahankan bodi kotak khas mobil konsepnya. Lampu depan dan belakang memakai teknologi LED dengan DRL berbentuk huruf C yang menyambung desain dari konsep Vision e-Sky. Kamera terpasang di bagian grille depan, sementara bagian belakang dilengkapi wiper, kamera, dan rear spoiler.
Yang menarik, Suzuki sengaja tidak membuat e Sky setinggi kei car pada umumnya. Alasannya bukan sekadar aerodinamika, melainkan pertimbangan ekspor. "Kami mendesainnya dengan pemikiran ekspor," ujar salah satu eksekutif Suzuki, merujuk pada preferensi pasar global yang kurang menyukai mobil dengan proporsi terlalu tinggi.
Nikkei Asia melaporkan e Sky memakai teknologi elektrifikasi dari Toyota yang juga sudah dipakai pada e Vitara. Namun, Suzuki menegaskan sistem e-axle-nya didesain sendiri dan dimodifikasi sesuai kebutuhan mereka. Kabinnya dibekali dua layar digital, satu di tengah dasbor dan satu di hadapan pengemudi, plus fitur automatic climate control dan soket V2L.
Soal dimensi, Suzuki belum membeberkan angka resmi untuk versi produksi. Sebagai gambaran, konsep Vision e-Sky memiliki panjang 3,395 meter, lebar 1,475 meter, dan tinggi 1,625 meter—lebih tinggi namun lebih sempit dari S-Presso.
Harga resmi juga masih dirahasiakan. Suzuki hanya berjanji banderolnya akan cukup menarik untuk membuat konsumen mobil bensin beralih ke kendaraan listrik. Peluncuran perdana dijadwalkan pada musim gugur tahun ini, atau sekitar September hingga November.