NUSA TENGGARA BARAT — Kemunculan Xiaomi 18 Pro Max di Geekbench terjadi sebelum peluncuran resminya. Data benchmark ini biasanya bocor beberapa pekan hingga beberapa bulan sebelum acara peluncuran resmi, dan sering dipakai untuk menguji stabilitas chipset baru sebelum masuk produksi massal.
Yang tercatat di database adalah varian China dengan nomor model M1544F. Artinya, versi global bisa saja memiliki konfigurasi berbeda, terutama soal band frekuensi dan kapasitas memori.
Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro: Konfigurasi CPU 8 Inti
Perangkat ini memakai chipset Qualcomm dengan nomor model SM8975, yang untuk sementara disebut Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Konfigurasi intinya terbilang agresif untuk ukuran chipset mobile.
- Tiga inti efisiensi: hingga 3,74 GHz
- Tiga inti menengah: hingga 4,03 GHz
- Dua inti performa tertinggi: hingga 5,11 GHz
- GPU: Adreno 850
Angka 5,11 GHz pada dua inti utama itu yang paling mencolok. Sebagai perbandingan, chipset flagship generasi sebelumnya masih berkutat di kisaran 4,3–4,5 GHz untuk inti performa. Kalau konfigurasi ini dipertahankan di perangkat final, Xiaomi 18 Pro Max berpotensi menangani gaming berat, multitasking banyak aplikasi, hingga pengeditan video 4K di perangkat.
GPU Adreno 850 berperan untuk beban grafis. Untuk aplikasi berbasis AI on-device — yang makin banyak di Android 17 — kombinasi CPU dan GPU ini juga jadi penentu seberapa cepat proses inferensi berjalan tanpa perlu koneksi cloud.
Skor Geekbench 7: Single-Core 3.582, Multi-Core 12.247
Di pengujian Geekbench 7, Xiaomi 18 Pro Max mencatat 3.582 poin single-core dan 12.247 poin multi-core. Skor multi-core di atas 12.000 ini yang paling sering dijadikan patokan untuk mengukur kemampuan pemrosesan paralel.
Untuk pembaca yang belum terbiasa dengan angka benchmark, skor multi-core 12.247 berarti perangkat ini punya ruang cukup untuk menjalankan beberapa aplikasi berat bersamaan — misalnya merekam video sambil menjalankan navigasi dan streaming musik — tanpa throttling agresif di menit-menit awal.
Perlu dicatat, skor Geekbench dari perangkat pra-rilis sering belum final. Produsen biasanya masih melakukan tuning pada manajemen thermal dan profil daya sebelum unit masuk produksi massal. Jadi angka ini lebih tepat dibaca sebagai indikasi potensi, bukan hasil final.
RAM 12GB dan Android 17 dengan HyperOS 4
Geekbench mencatat memori sekitar 11GB, yang umumnya mengarah ke konfigurasi RAM 12GB. Kapasitas ini tergolong besar untuk kelas flagship dan memungkinkan lebih banyak aplikasi tersimpan di memori tanpa perlu reload saat berpindah.
Sistem operasinya tercatat Android 17. Xiaomi kemungkinan memadukannya dengan HyperOS 4, antarmuka terbaru mereka yang biasanya membawa perubahan pada manajemen notifikasi, animasi, dan integrasi ekosistem perangkat Xiaomi lain.
Yang Perlu Diperhatikan
- Data ini berasal dari database benchmark, bukan konfirmasi resmi Xiaomi. Spesifikasi final bisa berbeda, terutama untuk varian global.
- Belum ada informasi soal kapasitas baterai, kecepatan charging, atau konfigurasi kamera.
- Harga dan ketersediaan di Indonesia belum diumumkan. Xiaomi biasanya meluncurkan varian Pro Max lebih dulu di China sebelum masuk pasar global beberapa bulan kemudian.
- Skor benchmark tinggi tidak selalu berarti pengalaman harian lebih baik — manajemen thermal dan optimasi software tetap faktor penentu.
Kalau pola peluncuran Xiaomi beberapa tahun terakhir jadi acuan, Xiaomi 18 Pro Max kemungkinan diperkenalkan di China pada akhir 2026, disusul versi global beberapa bulan setelahnya. Kita tunggu konfirmasi resmi soal harga dan spesifikasi lengkapnya.