NUSA TENGGARA BARAT — Nama Sekaran Hills muncul dari kesadaran warga Desa Sedayu yang merasa wilayah perbukitan mereka punya potensi wisata belum tergarap. Alih-alih menunggu investor dari luar, warga bergotong royong membuka jalur, menata titik pandang, dan menyiapkan fasilitas dasar secara mandiri.
Pendekatan itu yang membuat kawasan ini berbeda dari destinasi komersial kebanyakan. Pengelolaannya melibatkan warga mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga promosi.
Daya Tarik: Perbukitan Loano dan Konsep Wisata Akar Rumput
Lokasi Sekaran Hills berada di kawasan perbukitan Kecamatan Loano, wilayah yang selama ini dikenal dengan lanskap hijau dan udara sejuk khas pedesaan Purworejo. Dari titik pandangnya, pengunjung bisa menikmati hamparan perbukitan dan area persawahan sekitar.
Yang membuatnya menonjol bukan sekadar pemandangan. Sekaran Hills dikembangkan dengan semangat grassroot — warga tidak hanya jadi penerima manfaat, tapi juga pengelola utama. Konsep ini menjadi nilai jual tersendiri bagi traveler yang ingin wisata alam sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Menikmati panorama perbukitan dari titik pandang yang disiapkan warga
- Berfoto dengan latar lanskap pedesaan Loano
- Menyusuri jalur sekitar kawasan yang dikelola komunitas setempat
- Membeli produk lokal dan jajanan warga di sekitar area wisata
- Berinteraksi dengan warga pengelola untuk mengenal sejarah Desa Sedayu
Kegiatan seni dan budaya warga juga disiapkan sebagai bagian dari daya tarik berkala, meski jadwal pastinya belum dirinci dalam peluncuran ini.
Cara Menuju Sekaran Hills
Kecamatan Loano berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Purworejo, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun ojek. Dari arah Yogyakarta, Purworejo berjarak sekitar 60 kilometer lewat jalur Jalan Daendels.
Karena berada di kawasan perbukitan, jalur menuju lokasi tergolong menanjak. Disarankan memakai kendaraan yang kondisi mesinnya prima, terutama jika membawa rombongan keluarga.
Tiket Masuk dan Jam Operasional
Informasi tarif tiket masuk, jam buka, dan kuota pengunjung Sekaran Hills belum diumumkan dalam peluncuran resminya. Traveler yang berencana datang sebaiknya mengonfirmasi langsung ke pengelola setempat atau Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo sebelum berangkat.
Kawasan ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga fasilitas bisa terus berubah dalam beberapa bulan ke depan.
Kolaborasi Lintas Pihak di Balik Pengembangan
Pengembangan Sekaran Hills melibatkan BPOB, Bagelen Institute, Pemkab Purworejo, perguruan tinggi, dan pelaku usaha pariwisata. Bagelen Institute sendiri merupakan lembaga yang mewadahi aspirasi putra-putri daerah terhadap pembangunan Purworejo.
Camat Loano, Vivin Suryandari Feriyani, menyebut kolaborasi sebagai faktor penentu. "Kecamatan Loano terus berusaha semaksimal mungkin mengangkat kawasan yang ada di perbukitan agar nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, pariwisata saat ini tidak lagi mengenal batas wilayah. "Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mengangkat potensi. Melihat pariwisata yang borderless pada hari ini, tentu menjadi harapan yang kuat bagi Purworejo untuk dapat berkembang dan semakin dikenal," tambah Vivin.
Tips Berkunjung
- Datang pagi atau sore untuk mendapat cahaya terbaik dan udara lebih sejuk
- Pakai alas kaki yang nyaman karena medan perbukitan menanjak
- Bawa uang tunai untuk belanja produk warga sekitar
- Konfirmasi dulu ketersediaan fasilitas sebelum membawa rombongan besar
- Hormati warga dan kebiasaan lokal selama berada di kawasan
Untuk kunjungan pertama, alokasikan waktu 2–3 jam untuk menikmati titik pandang, berkeliling area, dan mampir ke warung warga. Sekaran Hills cocok jadi perhentian singkat dalam rute wisata Purworejo, atau dikombinasikan dengan destinasi lain di kawasan Loano untuk perjalanan sehari penuh.