Pencarian

Kemarau Panjang di Lombok Barat, Sumber Air Bunut Ngengkang Kering Total dan 19.337 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih

Senin, 07 September 2026 • 09:31:31 WIB
Kemarau Panjang di Lombok Barat, Sumber Air Bunut Ngengkang Kering Total dan 19.337 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih
Debit air di Bunut Ngengkang, Desa Buwun Sejati, Lombok Barat, kering total setelah menyusut selama sebulan terakhir.

LOMBOK BARAT — Debit air di Bunut Ngengkang mulai menyusut sekitar satu bulan terakhir sebelum akhirnya benar-benar kering pada pekan-pekan ini. Kepala Desa Buwun Sejati, Muhidin, membenarkan bahwa kondisi tersebut merupakan siklus musiman yang sudah terjadi sejak lama.

“Ya benar, sekarang sudah kering. Karena memang kalau Bunut Ngengkang itu wisata musiman,” kata Muhidin kepada NTBSatu, Senin (7/9/2026).

Bukan Sungai Biasa, Bunut Ngengkang Andalkan Arus Bawah Tanah

Berbeda dengan destinasi air lainnya, Bunut Ngengkang tidak memiliki aliran permukaan. Sumber airnya muncul dari dasar bumi, sehingga kemunculannya sangat bergantung pada musim dan tidak bisa diprediksi secara pasti.

“Memang Bunut Ngengkang ini arus dalam tanah, gak ada aliran,” ujarnya.

Muhidin menjelaskan, warga setempat biasanya mengenali tanda-tanda alam sebelum air kembali mengisi kolam alami tersebut. Suara gemuruh dari dalam tanah menjadi pertanda bahwa mata air akan segera keluar kembali.

“Begitu mau datang air biasanya ada tandanya, kayak ada suara gemuruh dari dalam tanah gitu. Begitu kayak gitu, langsung sudah airnya keluar dari dasar bumi,” jelas Muhidin.

Krisis Air Bersih Meluas ke 6 Kecamatan

Kekeringan di Bunut Ngengkang hanyalah satu dari sekian dampak kemarau yang melanda Lombok Barat. Data dari pemerintah daerah mencatat, krisis air bersih kini telah meluas ke 62 dusun yang tersebar di 16 desa dan 6 kecamatan.

Sebanyak 6.578 kepala keluarga atau sekitar 19.337 jiwa dilaporkan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kemarau yang diprediksi berlangsung hingga November 2026 ini juga mulai menekan sektor pertanian warga.

Ratusan hektare lahan pertanian di kabupaten tersebut kini terancam mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air irigasi.

Aik Nyet Masih Mengalir, Debit Menurun Drastis

Situasi berbeda terlihat di kawasan wisata Aik Nyet yang berlokasi di bagian utara Desa Buwun Sejati. Muhidin menyebut sumber air di lokasi ini masih mengalir, namun debitnya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Kecuali yang wisata Aik Nyet yang ada di Utara itu, di induknya itu, memang air tetap mengalir, cuman debitnya agak kurang,” katanya.

Meski demikian, penurunan debit di Aik Nyet menjadi indikator bahwa cadangan air tanah di wilayah Narmada dan sekitarnya terus berkurang. Pihak desa berharap pemerintah kabupaten segera melakukan langkah antisipasi, termasuk penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak, sebelum puncak kemarau berakhir.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks