Pencarian

Di Tengah Inflasi NTB 4,03 Persen, Ekspor Melonjak 368 Persen dan Daya Beli Petani Menguat

Selasa, 01 September 2026 • 21:32:31 WIB
Di Tengah Inflasi NTB 4,03 Persen, Ekspor Melonjak 368 Persen dan Daya Beli Petani Menguat
Inflasi NTB tercatat 4,03 persen secara tahunan pada Agustus 2026, dengan tekanan utama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

MATARAM — Inflasi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2026 naik ke 4,03 persen secara tahunan. Namun angka itu tidak berdiri sendiri: Nilai Tukar Petani (NTP) justru menguat ke 129,67, kunjungan wisatawan nusantara menembus 1,41 juta orang, dan nilai ekspor sepanjang Januari–Juli melonjak 368,49 persen.

Kontras data ini membacakan satu sinyal penting: kenaikan harga memang nyata dan harus diwaspadai, tetapi tidak lantas menggambarkan pelemahan seluruh perekonomian NTB. Di tengah tekanan inflasi, sektor produktif dan aktivitas masyarakat justru menunjukkan daya tahan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, menyampaikan data tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik di Aula Tambora BPS NTB, Selasa (1/9/2026).

Wahyudin memaparkan, inflasi year-on-year (y-on-y) NTB pada Agustus 2026 mencapai 4,03 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,85. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima, yaitu 4,49 persen, sementara terendah di Kota Mataram sebesar 3,95 persen. Secara month-to-month (m-to-m), inflasi Agustus tercatat 0,57 persen; adapun year-to-date (y-to-d) sebesar 2,35 persen.

Sumber utama tekanan inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mencatat inflasi 4,82 persen. Kelompok ini berkontribusi dominan terhadap laju harga di tingkat konsumen rumah tangga NTB.

Tren tersebut menegaskan bahwa rantai pasok pangan masih menjadi pekerjaan rumah paling mendesak. Namun pada sisi lain, menguatnya NTP menjadi penanda bahwa pendapatan petani tumbuh lebih cepat dibanding pengeluarannya—fondasi penting bagi ketahanan ekonomi daerah.

Dengan kombinasi ekspor yang melesat, sektor pariwisata yang bergerak, dan daya beli petani yang membaik, perekonomian NTB menunjukkan struktur yang lebih berimbang. Momentum ini menuntut respons kebijakan yang tepat: menjaga stabilitas harga pangan tanpa menghentikan laju sektor produktif yang sedang menggeliat.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ayolombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks