Pencarian

Ekspor NTB Maret 2026 Melonjak 9.162 Persen Didorong Sektor Tambang

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:13:18 WIB
Ekspor NTB Maret 2026 Melonjak 9.162 Persen Didorong Sektor Tambang
Ekspor NTB Maret 2026 melonjak tajam didorong oleh sektor pertambangan dan hilirisasi tembaga.

MATARAM — Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan penguatan signifikan pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan ekspor sebagai mesin utama pertumbuhan, diiringi geliat sektor pariwisata dan peningkatan arus transportasi yang cukup tajam.

Kepala BPS NTB Wahyudin menjelaskan, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 menembus angka US$ 567,57 juta. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan lonjakan drastis hingga 9.162,68 persen. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Maret 2026, total ekspor daerah ini sudah menyentuh US$ 707,92 juta.

Hilirisasi Tembaga Jadi Penopang Utama Ekspor NTB

Kenaikan fantastis tersebut tidak lepas dari performa komoditas unggulan di sektor pertambangan. Hilirisasi industri pengolahan tembaga menjadi faktor kunci yang mendongkrak nilai jual produk NTB di pasar internasional.

“Ini indikator kuat aktivitas ekonomi NTB bergerak progresif, terutama pada sektor berbasis sumber daya alam dan hilirisasi,” ujar Wahyudin dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Mataram, Selasa (5/5).

Tren positif ini diyakini menjadi sinyalemen kuat bahwa kebijakan pengolahan sumber daya alam di dalam daerah mulai membuahkan hasil nyata pada neraca perdagangan daerah.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Lewat Bandara Lombok Naik

Sektor pariwisata mengekor tren pertumbuhan ekonomi ini. Data BPS menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Lombok (BIL) pada Maret 2026 mencapai 6.428 orang, atau tumbuh 24,72 persen dibanding bulan sebelumnya.

Wisatawan nusantara tetap menjadi tulang punggung dengan catatan 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen. Momentum libur Ramadan dan Idulfitri menjadi katalisator utama yang menggerakkan orang untuk berkunjung ke berbagai destinasi di NTB.

Kondisi ini berdampak langsung pada tingkat hunian kamar. Tercatat sebanyak 87.816 orang menginap di hotel bintang, sementara hotel nonbintang menampung 110.249 tamu sepanjang periode tersebut.

Mobilitas Penumpang Pesawat dan Kapal Laut Meningkat Pesat

Peningkatan aktivitas ekonomi berbanding lurus dengan mobilitas masyarakat. Jumlah penumpang angkutan udara domestik di NTB tercatat naik 44,58 persen. Sementara itu, moda transportasi laut juga mengalami lonjakan penumpang sebesar 39,84 persen.

Di sisi lain, stabilitas harga di tingkat konsumen masih terjaga dengan baik. Inflasi tahunan NTB pada April 2026 berada di angka 3,27 persen. Secara bulanan, NTB bahkan mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.

Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi pemicu deflasi tersebut. Melimpahnya pasokan pascapanen membuat harga cabai rawit, daging ayam ras, dan sayur-mayur di pasar tradisional mulai melandai.

Daya Beli Petani NTB Masih Berada di Atas Level 100

Meskipun terjadi sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 masih bertengger di angka 128,00. Angka di atas seratus ini menunjukkan bahwa daya beli petani di NTB secara umum masih berada dalam posisi yang kuat.

BPS memberikan catatan bahwa tren positif ini harus dibarengi dengan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi makro dan daya beli masyarakat luas. Pengawasan terhadap distribusi pasokan pangan tetap diperlukan agar inflasi tidak kembali melonjak di tengah tren pertumbuhan yang agresif ini.

Bagikan
Sumber: kabarbaik.co

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks