Pencarian

Kebiasaan Membuka HP Tanpa Tujuan Juga Dialami Warga Dompu, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat, 28 Agustus 2026 • 15:08:02 WIB
Kebiasaan Membuka HP Tanpa Tujuan Juga Dialami Warga Dompu, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Seorang warga memeriksa ponselnya di sela aktivitas di Dompu, Nusa Tenggara Barat.

DOMPU — Tangan bergerak meraih ponsel, layar menyala, aplikasi pesan diperiksa. Tidak ada chat baru. Media sosial dibuka, tidak ada yang benar-benar dicari. Layar kembali digelapkan. Beberapa menit kemudian, siklus yang sama berulang lagi.

Fenomena ini akrab bagi sebagian besar pengguna smartphone di Dompu. Membuka ponsel telah menjadi gerak refleks yang terjadi hampir di setiap jeda aktivitas, mulai dari saat menunggu makanan di warung hingga ketika duduk sendirian di rumah.

Bukan Karena Ada Pesan, tapi Karena Terbiasa

Penelitian perilaku penggunaan gawai menunjukkan bahwa pemeriksaan ponsel bisa berlangsung otomatis dan berulang, bahkan tanpa tujuan yang jelas. Pola pemeriksaan singkat yang dilakukan berkali-kali ini menjadi salah satu temuan umum dalam studi penggunaan smartphone.

Artinya, seseorang membuka ponsel bukan karena ada sesuatu yang harus dilihat. Aktivitas itu muncul karena otak telah terlatih untuk melakukannya.

Otak Menunggu Sesuatu yang Baru

Ada daya tarik lain yang membuat kebiasaan ini sulit dihentikan. Setiap kali layar dinyalakan, selalu ada kemungkinan menemukan hal baru—pesan dari teman, komentar di media sosial, atau sekadar video menarik.

Ketidakpastian kapan informasi baru itu muncul membuat seseorang kembali memeriksa ponsel meski beberapa kali sebelumnya tidak menemukan apa pun. Perilaku ini dipicu oleh kebiasaan, bukan oleh kebutuhan yang disadari secara penuh.

"Cuma Sebentar" yang Meluas

Niat awal hanya ingin melihat satu pesan bisa berubah menjadi berkelana di media sosial, berpindah ke video, lalu membaca komentar. Tanpa terasa, 20 hingga 30 menit telah berlalu padahal tujuan awal hanya sekadar memastikan tidak ada panggilan masuk.

Kondisi ini tidak serta-merta berarti kecanduan. Kebiasaan dan perilaku kompulsif adalah dua hal yang berbeda. Kebiasaan memang berjalan otomatis, tetapi seseorang masih bisa menghentikannya. Adapun perilaku kompulsif berkaitan dengan dorongan yang sulit dikendalikan meski sudah menimbulkan masalah.

Ketika Ponsel Menjadi "Teman Tunggu"

Alasan paling sederhana dari kebiasaan ini adalah rasa bosan. Saat tidak ada kegiatan, ponsel menjadi pengisi waktu yang paling mudah dijangkau—tanpa perlu mencari teman atau pergi ke mana-mana.

Menunggu kendaraan, menunggu makanan, atau bahkan menunggu air mendidih, ponsel selalu menjadi tujuan pertama. Tanpa disadari, gawai telah berubah menjadi teman setia di sela-sela waktu luang.

Yang Perlu Diwaspadai Bukan Ponselnya

Smartphone tetap memiliki banyak manfaat untuk bekerja, berkomunikasi, dan mencari informasi. Persoalannya bukan pada perangkatnya, melainkan ketika kebiasaan membuka layar mulai menggerogoti waktu untuk hal lain.

Tanda yang perlu diwaspadai antara lain sulit berkonsentrasi, pekerjaan tertunda, percakapan dengan orang sekitar terganggu, hingga waktu tidur berkurang. Studi terbaru yang melibatkan responden dari Amerika Serikat dan Indonesia membedakan pemeriksaan ponsel yang bersifat kebiasaan dan yang sudah kompulsif—keduanya berkaitan dengan stres digital, tetapi kaitan dengan perilaku kompulsif lebih kuat.

Langkah Sederhana untuk Mengendalikan

Tidak perlu melakukan detoks digital secara ekstrem. Cukup tanyakan satu hal sebelum membuka layar: "Saya mau mencari apa?"

Jika ada tujuan jelas, silakan buka. Jika jawabannya hanya "tidak tahu", mungkin saatnya meletakkan ponsel kembali. Menikmati beberapa menit tanpa layar saat minum kopi atau berbincang dengan keluarga bisa menjadi awal yang baik.

Mungkin terasa aneh pada awalnya. Namun seiring waktu, akan disadari bahwa tidak setiap jeda harus diisi dengan menatap layar. Sebab ada kalanya ponsel dibuka bukan karena ada hal penting, melainkan hanya untuk mengisi kekosongan.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dompubicara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks