NUSA TENGGARA BARAT — Thailand keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 23-25, 34-32, 21-25, dan 19-25. Hasil ini langsung menempatkan Indonesia di dasar klasemen sementara dengan nol poin, sementara Thailand memuncaki klasemen dengan tiga poin. Vietnam dan Filipina sendiri belum memainkan laga perdana mereka di turnamen yang digelar di Dong Anh Gymnasium tersebut.
Set Kedua Jadi Bukti Perlawanan, Tapi Hanya Sampai di Situ
Performa terbaik Indonesia justru muncul di set kedua. Sempat memimpin perolehan poin, tim asuhan Marcos Sugiyama harus menghadapi kejaran Thailand hingga kedua tim bergantian meraih game point. Indonesia akhirnya menutup set ini dengan kemenangan dramatis 34-32 dan menyamakan kedudukan 1-1.
Namun, perlawanan itu tidak berlanjut. Memasuki set ketiga, Thailand kembali menemukan ritme lewat serangan cepat dan blok yang efektif. Indonesia yang sempat unggul justru kehilangan arah dan menyerah 21-25. Set keempat menjadi penentu, Thailand langsung mengambil inisiatif sejak awal dan menjaga jarak aman hingga menutup laga 19-25.
Masalah Konsistensi Kembali Menghantui Garuda Pertiwi
Pola pertandingan ini nyaris identik dengan kekalahan-kekalahan sebelumnya: mampu tampil menekan di set awal, lalu kehilangan fokus saat lawan meningkatkan intensitas. Pada set pertama, Indonesia sebenarnya mampu mengimbangi permainan cepat Thailand dan beberapa kali menekan, tetapi kehilangan set pembuka dengan skor tipis 21-25.
Kesulitan menembus pertahanan lawan di dua set terakhir menjadi pekerjaan rumah utama. Thailand tercatat lebih efektif dalam memanfaatkan peluang di momen kritis, sementara serangan Indonesia kerap buntu saat berhadapan dengan blok berlapis lawan.
Dua Laga Penentu Menanti: Vietnam dan Filipina
Kekalahan ini membuat peluang Indonesia untuk bersaing di papan atas leg pertama semakin berat. Tim Merah Putih tidak punya pilihan lain selain meraih kemenangan di dua pertandingan tersisa melawan Vietnam dan Filipina untuk menjaga asa bersaing di klasemen.
Dua laga tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi permainan Indonesia. Jika pola yang sama terulang — tampil baik di awal lalu kehilangan momentum — maka target bersaing di papan atas SEA V Women's Cup 2026 bisa sirna lebih cepat dari perkiraan.