Pencarian

718 Hektare Lahan Tambang Batu Hijau Kembali Dihijaukan, Burung dan Mamalia Mulai Kembali ke Sumbawa Barat

Jumat, 31 Juli 2026 • 19:20:01 WIB
718 Hektare Lahan Tambang Batu Hijau Kembali Dihijaukan, Burung dan Mamalia Mulai Kembali ke Sumbawa Barat
Suara kicauan burung mulai terdengar di kawasan reklamasi tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, sebagai tanda pemulihan ekosistem.

SUMBAWA BARAT — Suara kicauan burung kini mulai terdengar di lereng-lereng yang dulu gundul akibat aktivitas penambangan. Ekosistem di kawasan reklamasi tambang Batu Hijau perlahan pulih setelah puluhan tahun beroperasi.

Khadafi, pemuda Desa Tongo, mengaku kagum melihat perubahannya. Saat kecil, area ini tandus. Kini, hutan kembali hidup. "Sekarang ekosistem di dalam hutan ini nampaknya sudah hidup kembali," ujarnya.

Reklamasi 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah Tambang

PT AMMAN mencatat reklamasi 92,67 hektare sepanjang 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak operasi penambangan dimulai pada 1997.

Hingga akhir 2023, total lahan yang telah direklamasi mencapai 718 hektare dari 3.291 hektare area terdampak. Sebanyak 1,53 juta pohon dari 99 varietas bibit telah ditanam di kawasan tersebut.

Tanda Pemulihan: Satwa Liar Kembali Menggunakan Kawasan Reklamasi

Aslan Ph.D, Manager Environmental Services AMMAN, menyebut pemulihan tidak bisa dinilai dari tampilan visual semata. "Kehadiran kembali burung, mamalia, reptil, dan berbagai jenis serangga yang memanfaatkan kawasan reklamasi sebagai habitat utama menjadi bukti bahwa fungsi ekosistem mulai terbentuk kembali," jelasnya.

Menurutnya, alam Batu Hijau mulai pulih ketika siklus alam berjalan sendiri. Kondisi tanah dan tata air yang semakin stabil menunjukkan proses restorasi berjalan ke arah positif.

Rekolonisasi Ekosistem Laut pada Substrat Tailing

Program rekolonisasi pada substrat tailing menjadi salah satu pencapaian penting. Hasil pengamatan menunjukkan pemulihan alami ekosistem laut berjalan konsisten, bahkan organisme bentos tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

Temuan ini membuktikan restorasi ekosistem pada substrat tailing dapat berlangsung secara alami. Perusahaan menerapkan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik sesuai Kepmen ESDM No. 1827 Tahun 2018.

Operasi Tambang Berakhir 2030, Bagaimana Nasib Lingkungan?

Operasi tambang di Batu Hijau dijadwalkan berakhir pada 2030. Setelah 26 tahun berproduksi, pertanyaan besar muncul: seperti apa kondisi alam yang akan ditinggalkan?

Aslan mengaku tetap bersemangat mengurus biodiversitas karena didukung tim yang inovatif dan berdedikasi. "Hal inilah yang memberikan energi positif dan motivasi tersendiri bagi saya," ucapnya.

Peran masyarakat dan pemerintah disebut turut menentukan keberhasilan penghijauan. Tanpa kerja sama ketiga pihak, mustahil area seluas itu bisa pulih seperti sekarang.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsumbawa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks