MAUMERE — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores mendeklarasikan komitmen penerapan B50 di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere. Pembangkit berkapasitas 4×10 Megawatt (MW) ini akan menggunakan campuran biodiesel 50 persen sebagai bahan bakar utama.
Deklarasi ini merupakan dukungan terhadap target pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi di Pulau Flores. General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, menegaskan bahwa implementasi B50 adalah wujud nyata sinergi PLN dengan pemerintah.
Komitmen PLN: Pasokan Listrik Tetap Andal dengan B50
"Kemandirian energi merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi. Melalui implementasi B50, PLN UIK Dwipantara mendukung optimalisasi pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik sekaligus memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat," ujar Rita Triani dalam pernyataan resmi yang diterima di Maumere.
Rita menambahkan bahwa setiap langkah menuju energi yang lebih bersih dan mandiri akan menjadi investasi strategis bagi masa depan Indonesia. PLN UIK Dwipantara berkomitmen mengimplementasikan B50 secara konsisten di pembangkit listrik yang dikelolanya.
Target: Penurunan Emisi dan Ekonomi Hijau Berkelanjutan
Manager UPK Flores, Tri Handoko, menyebut implementasi B50 sebagai langkah strategis yang tidak hanya mendukung transformasi energi PLN, tetapi juga memperkuat upaya pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional.
"Deklarasi ini menjadi komitmen PLN UPK Flores untuk mendukung keberhasilan program pemerintah dalam penerapan B50. Kami memastikan setiap tahapan implementasi dilaksanakan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja, keandalan pembangkit, serta kualitas operasional," ujar Tri Handoko.
Penerapan B50 di PLTMG Maumere diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Selain itu, langkah ini juga memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan berbasis sumber daya nasional serta mendukung target pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Tri Handoko menambahkan bahwa seluruh proses implementasi dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan pembangkit, serta keberlanjutan operasional agar layanan kelistrikan tetap optimal bagi masyarakat di Pulau Flores.