NUSA TENGGARA BARAT — Bambang Soesatyo hadir langsung dalam karnaval VW Kodok yang digelar VW Beetle Club (VBC) Pagi-Pagi Party di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (16/2). Dalam sambutannya, politisi senior Partai Golkar itu menekankan potensi besar komunitas otomotif dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
"Kegiatan seperti ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini adalah ekosistem yang menghidupkan UMKM, kuliner, fesyen, hingga pariwisata lokal," ujar Bamsoet di hadapan ratusan peserta karnaval.
Mengapa VW Kodok Jadi Sorotan
VW Beetle atau yang akrab disapa VW Kodok memiliki basis penggemar fanatik di Indonesia. Komunitas seperti VBC rutin menggelar touring dan pameran yang menarik ribuan pengunjung. Dari situlah roda ekonomi kreatif berputar: mulai dari pedagang suku cadang klasik, bengkel restorasi, hingga vendor merchandise.
Bamsoet mencontohkan, acara VBC Pagi-Pagi Party kali ini melibatkan puluhan tenant kuliner dan fesyen. "Ini bukti nyata bahwa komunitas otomotif bisa menjadi motor ekraf," tambahnya.
Warisan Otomotif yang Harus Dijaga
Selain aspek ekonomi, Bamsoet juga menyoroti nilai historis VW Kodok. Mobil yang diproduksi sejak 1938 ini punya tempat khusus di hati kolektor Indonesia. Menurutnya, merawat dan menggelar event VW klasik sama dengan melestarikan sejarah otomotif nasional.
"Jangan sampai generasi muda hanya tahu mobil dari layar ponsel. Lewat event seperti ini, mereka bisa melihat, menyentuh, dan belajar sejarah otomotif secara langsung," kata Bamsoet.
VBC Pagi-Pagi Party sendiri diikuti lebih dari 200 unit VW Beetle dari berbagai tahun produksi. Rute karnaval melintasi Jalan Kemang Raya hingga kawasan Blok M, disambut antusias warga yang memadati pinggir jalan.
Dampak ke Depan: Lebih Banyak Event Serupa
Bamsoet berharap komunitas otomotif lain bisa meniru model VBC. Ia menilai kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM bisa menciptakan kalender wisata tahunan. "Ini bukan proyek instan, tapi investasi jangka panjang untuk ekraf Indonesia," pungkasnya.
Acara ditutup dengan bazaar makanan dan live music yang berlangsung hingga malam hari. Panitia mencatat transaksi UMKM selama event meningkat 40 persen dibanding hari biasa.