NUSA TENGGARA BARAT — Kepala Cabang Perum Bulog Lebak-Pandeglang, Muhammad Syaukani, mengungkapkan bahwa capaian tersebut setara dengan 20.000 ton beras. "Penyerapan gabah petani mencapai sebanyak 40.000 ton atau setara beras 20.000 ton," katanya di Lebak, Banten, Jumat.
Perputaran Uang Rp300 Miliar dari Serapan Gabah
Dengan harga pembelian GKP sebesar Rp6.500 per kilogram, Bulog memperkirakan perputaran uang dari kegiatan ini mencapai Rp300 miliar. Angka tersebut sudah termasuk biaya transportasi dari sawah ke penggilingan dan biaya pengelolaan lainnya.
Syaukani menambahkan, pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Pengadaan gabah akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2026, mengingat panen di wilayah kerja Lebak dan Pandeglang masih berjalan meski sudah memasuki musim kemarau.
Sentra Produksi di Selatan Banten dan Dukungan Petani
Daerah penyangga utama serapan ini berasal dari wilayah selatan Lebak dan Pandeglang, seperti Malingping, Wanasalam, Panimbang, Cikeusik, dan Cibaliung. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai sentra produksi pangan di Provinsi Banten.
"Kami terus melakukan serapan gabah sebanyak-banyaknya untuk mendukung ketersediaan beras nasional 4 juta ton," ujar Syaukani.
Cadangan Pangan untuk SPHP, Bantuan Bencana, dan Program Bapanas
Seluruh gabah yang diserap akan dijadikan stok cadangan beras pemerintah (CBP). Stok ini akan digunakan untuk memenuhi berbagai penugasan negara, seperti Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana alam.
Syaukani merinci, stok tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program bantuan yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada akhir Juli hingga Desember 2026. Untuk mengoptimalkan serapan, Bulog terus memperkuat kemitraan dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), Babinsa, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan setempat.
Dengan harga beli Rp6.500 per kilogram, Bulog berharap penyerapan ini bisa langsung meningkatkan pendapatan petani di tingkat hulu. Langkah ini menjadi bantalan bagi petani di tengah fluktuasi harga pasar.