Pencarian

Proyektor Leica Cine Play 1 Hadir dengan Harga Selangit, Performa Biasa Saja

Jumat, 12 Juni 2026 • 23:00:01 WIB
Proyektor Leica Cine Play 1 Hadir dengan Harga Selangit, Performa Biasa Saja
Proyektor Leica Cine Play 1 hadir dengan bodi aluminium premium namun performa gambar kurang memuaskan.

Leica, jenama yang selama ini identik dengan kamera dan lensa premium, kini merambah pasar proyektor. Lewat Cine Play 1, mereka menawarkan perangkat portabel dengan desain gimbal dan material aluminium yang kokoh. Namun, setelah diuji oleh reviewer CNET, performa perangkat ini tidak sebanding dengan banderol harganya.

Bodi Mewah, Tapi Warna Kurang Akurat

Dari segi fisik, Cine Play 1 memang unggul. Hampir semua proyektor di pasaran menggunakan plastik, tapi Leica memilih aluminium yang memberikan kesan premium dan kokoh saat disentuh. Sayangnya, nilai estetika ini tidak diimbangi kualitas gambar yang memuaskan.

Dalam mode paling akurat (Theater Day), suhu warna gambar cenderung kehijauan. Bahkan saat fitur Brightness Enhancer diaktifkan ke level tertinggi, warna masih tampak tidak natural dan kebiruan. Hasil pengukuran menunjukkan kecerahan riil hanya mencapai 2.100 lumen, bukan 3.000 lumen seperti klaim awal.

Rasio Kontras Biasa Saja di Kelas Harga Rp 60 Juta

Rata-rata rasio kontras yang tercatat adalah 1.386:1. Angka ini memang 40 persen di atas rata-rata proyektor yang pernah diuji CNET, tapi masih kalah jauh dibanding Epson Home Cinema 5050 yang dibanderol setara—rasio kontrasnya mencapai 5.203:1. Padahal, konsumen yang membayar mahal biasanya mengharapkan kedalaman hitam yang superior.

Sebagai perbandingan, Xgimi Horizon S Max berada di kisaran 1.367:1, sementara JMGO N3 Ultimate mencatat 1.859:1. Artinya, Cine Play 1 tidak memiliki keunggulan berarti dalam hal kontras dibanding kompetitor sekelasnya.

VIDAA OS Bukan Google TV, Fitur Streaming Terbatas

Salah satu keputusan menarik dari Leica adalah menggunakan sistem operasi VIDAA buatan Hisense, bukan Google TV yang lazim dipakai proyektor modern. Antarmuka VIDAA memang lebih bersih dan minim clutter, tapi konsekuensinya adalah ketersediaan aplikasi streaming yang lebih terbatas. Pengguna mungkin tidak bisa mengakses semua layanan favorit mereka.

Selain itu, proyektor ini tidak memiliki fitur lens shift horizontal yang memudahkan penyesuaian posisi gambar. Opsi lens shift di menu hanya berfungsi jika pengguna berada dalam rentang zoom digital—yang sebaiknya dihindari karena menurunkan kualitas gambar.

Speaker Cukup Baik, Tapi Kipas Berisik Saat Mode Terang

Leica menyematkan speaker internal yang terdengar lumayan untuk ukuran proyektor portabel. Namun, saat mode Brightness Enhancer diaktifkan ke level Ultra, suara kipas pendingin menjadi sangat terdengar—kontras dengan kondisi normal yang biasanya senyap.

Dengan harga yang bisa ditemukan sekitar USD 3.000 (Rp 48 juta) di beberapa toko, Cine Play 1 tetap sulit bersaing. Label Leica memang membawa aura prestise, tapi untuk urusan proyektor, konsumen sepertinya harus membayar mahal untuk nama, bukan performa.

Bagikan
Sumber: cnet.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks