MATARAM — Tren kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan akselerasi signifikan. Hal ini tercermin dari peningkatan konsumsi listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang naik dari 4.000 kilowatt (KW) menjadi 32.000 KW, atau tumbuh delapan kali lipat dalam setahun terakhir.
"Jadi luar biasa kenaikannya ya sejak setahun terakhir dari 2025 ke 2026," ujar Sri Heny Purwanti kepada wartawan usai sosialisasi dan edukasi penggunaan SPKLU di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (12/6).
51 Unit SPKLU Kini Beroperasi di Dua Pulau
PLN NTB mencatat jumlah unit SPKLU yang beroperasi bertambah dari 38 unit menjadi 51 unit pada tahun 2026. Infrastruktur ini tersebar merata di berbagai kabupaten dan kota, baik di Lombok maupun Sumbawa.
Menurut Heny, pihaknya memastikan setiap titik pengisian dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Informasi lokasi, jumlah pengantre, hingga status gangguan layanan bisa dipantau secara langsung melalui aplikasi PLN Mobile.
"Jadi, kalau kepengin tahu lokasinya di mana saja, sudah tersedia aplikasi PLN Mobile. Nanti tinggal masyarakat mencari lokasinya di mana aja," terangnya.
Transparansi Antrean dan Pemantauan Gangguan
Heny mencontohkan, pengguna yang hendak bepergian ke Kabupaten Lombok Timur dapat melihat lokasi SPKLU terdekat beserta jumlah kendaraan yang sedang mengantre di aplikasi. Selain itu, PLN juga menyiapkan aplikasi robotik untuk memantau dan mendeteksi SPKLU yang mengalami gangguan pelayanan secara otomatis.
"Jadi, sampai begitu petunjuk yang diberikan melalui PLN Mobile tersebut," ujar Heny.
Insentif dan Ekosistem Jadi Kunci Pertumbuhan
Peningkatan penggunaan kendaraan listrik di NTB didorong oleh semakin beragamnya pilihan kendaraan, pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta insentif dari pemerintah. Dari sisi ekonomi, adopsi kendaraan listrik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan impor energi.
Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan ini tetap bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung, termasuk pasokan baterai, jaringan pengisian daya, serta daya beli masyarakat terhadap teknologi baru tersebut. PLN NTB menyatakan akan terus memperluas jangkauan SPKLU seiring dengan proyeksi peningkatan jumlah kendaraan listrik di wilayah itu.