NUSA TENGGARA BARAT — Badan meteorologi memperingatkan hujan lebat dalam waktu singkat dapat melampaui 100 mm per tiga jam. Kondisi ini berisiko menyebabkan banjir di daerah perkotaan dan pemukiman dataran rendah, banjir bandang di sungai-sungai kecil, serta tanah longsor di wilayah perbukitan dan pegunungan.
Hujan deras diprediksi terjadi pada sore dan malam hari. Waktu ini dinilai menyulitkan deteksi dan penanganan situasi darurat. Masyarakat diminta proaktif mengambil langkah pencegahan dan tidak lengah menghadapi perkembangan cuaca yang tidak biasa.
Evakuasi Mandiri dan Pantau Tanda-Tanda Longsor
Departemen Pengelolaan Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana merekomendasikan pemantauan rutin prakiraan cuaca dan peringatan dini. Warga diimbau melakukan evakuasi secara proaktif dari daerah yang berisiko mengalami banjir besar, banjir bandang, dan tanah longsor.
Tanda-tanda tanah longsor yang harus diwaspadai meliputi ledakan tidak biasa, retakan tanah, aliran sungai yang menjadi keruh, dan awan gelap yang tiba-tiba muncul di langit. Jika menemukan indikasi tersebut, evakuasi segera dilakukan untuk memastikan keselamatan.
Larangan Melintas di Genangan dan Perlindungan Aset
Masyarakat dilarang menyeberangi daerah tergenang banjir, jembatan, atau jalan dengan air dalam dan arus kuat. Aktivitas seperti berenang, memancing, atau mengumpulkan kayu bakar di sungai selama banjir juga tidak diperbolehkan. Saat badai petir, tempat berlindung yang aman dan kokoh harus segera dicari, bukan di bawah pohon besar, tiang listrik, atau atap darurat.
Barang berharga perlu diangkat ke tempat lebih tinggi. Dokumen penting disimpan di lokasi aman, kendaraan dipindahkan ke area yang tidak tergenang, terutama bagi penghuni apartemen dengan ruang bawah tanah. Aliran listrik dan katup gas harus dimatikan secara proaktif sebelum permukaan air naik.
Stok Logistik dan Kesiapsiagaan Warga
Warga diimbau menimbun dan menyimpan makanan, air minum, obat-obatan, serta perlengkapan penting untuk berjaga jika banjir atau tanah longsor menyebabkan isolasi. Saluran drainase di sekitar rumah dan area pemukiman perlu dibersihkan secara mandiri. Jika terjadi penyumbatan atau banjir parah, pihak berwenang harus segera diberi tahu.
Bagi pelaku budidaya perikanan, peternakan, dan produksi pertanian, solusi keselamatan harus diterapkan untuk meminimalkan kerusakan. Atap, jendela, dan papan reklame diperkuat agar tidak terbawa angin kencang.
Kepatuhan pada Arahan Otoritas dan Hotline Darurat
Departemen Pengelolaan Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana menekankan kepatuhan penuh terhadap arahan dari otoritas lokal dan instansi terkait. Dalam situasi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi pasukan penyelamat setempat atau Hotline Darurat Nasional 112.