MATARAM — Proses penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Nusa Tenggara Barat terus bergulir. Mantan Bupati Lombok Barat, Hj Sumiatun, terlihat hadir di Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB di Jalan Majapahit, Kota Mataram, untuk memenuhi panggilan pemeriksaan, Rabu (5/8) pagi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Sumiatun tiba sekitar pukul 09.45 Wita. Ia datang bersama dua orang lainnya, termasuk suaminya, H. Lalu Daryadi yang akrab disapa Miq Dar. Mengenakan pakaian hitam berpadu jilbab krem, istri dari mantan Bupati Lobar dua periode itu langsung memasuki ruang pemeriksaan tanpa memberikan keterangan apa pun kepada awak media.
Seorang pegawai BPKP NTB membenarkan kehadiran orang nomor satu di Lombok Barat periode 2013-2018 tersebut. "Iya, benar ada kedatangan Ibu Atun," ujarnya singkat.
Pemeriksaan Beruntun Sejak Sehari Sebelumnya
Pemanggilan terhadap Sumiatun ini bukan yang pertama kali dilakukan KPK di lokasi yang sama. Sehari sebelumnya, penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa mantan Asisten II Setda Lombok Barat, Rusditah.
Proses pemeriksaan terhadap Rusditah berlangsung cukup panjang. Ia baru meninggalkan gedung BPKB NTB pada malam hari sekitar pukul 20.29 Wita. Usai diperiksa, Rusditah memilih bungkam dan langsung bergegas menuju area parkir dengan mengendarai sepeda motor saat ditanya materi pemeriksaan maupun pihak-pihak lain yang turut dipanggil.
Mengapa KPK Gencar Memeriksa Pejabat Lombok Barat?
Hingga berita ini diturunkan, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, belum memberikan tanggapan resmi terkait pemeriksaan kedua mantan pejabat Lombok Barat tersebut. Kendati demikian, pemeriksaan yang beruntun ini mengindikasikan pengusutan perkara di wilayah tersebut masih terus berjalan.
Berdasarkan catatan yang dihimpun, KPK saat ini tengah mengusut sejumlah kasus yang berkaitan dengan Lombok Barat. Selain perkara yang menjerat Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini, lembaga antirasuah juga disebut-sebut mendalami dugaan korupsi yang berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Sekotong.
Dengan hadirnya Sumiatun dan suaminya dalam pemeriksaan kali ini, publik patut menunggu konstruksi perkara yang tengah dibangun penyidik. KPK diperkirakan akan kembali memanggil sejumlah pihak terkait guna mengungkap kasus ini secara menyeluruh.