Pencarian

Museum NTB di Mataram Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp3,4 Miliar Setahun, Efek Dompet dari 44 Ribu Pengunjung

Sabtu, 30 Mei 2026 • 11:14:54 WIB
Museum NTB di Mataram Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp3,4 Miliar Setahun, Efek Dompet dari 44 Ribu Pengunjung
Museum NTB di Mataram mencatat perputaran ekonomi Rp3,4 miliar per tahun dari 44 ribu pengunjung.

MATARAM — Angka Rp3,4 miliar itu bukan sekadar proyeksi. Kepala Museum NTB, Dr. Ahmad Nuralam, SH., M.H., menyebut perputaran ekonomi itu dihitung dari pengeluaran riil pengunjung selama berwisata. Efek domino ini ia sebut sebagai dampak “ekonomi-budaya”.

“Makanya, dampaknya itu kan banyak, ekonomi budaya ya. Jadi bagaimana kebudayaan itu menggerakkan ekonomi. Nah, di berapa destinasi wisata kan mereka menjual tentang kebudayaan mereka,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Belanja Wisatawan Domestik Tembus Rp1,4 Miliar

Dari data internal museum, pengunjung domestik yang tercatat sebanyak 41.763 orang rata-rata membelanjakan Rp34 ribu per orang. Uang itu habis untuk konsumsi, transportasi lokal, dan akomodasi di sekitar Mataram. Kontribusi kelompok ini mencapai Rp1,4 miliar.

Sementara itu, 2.673 wisatawan mancanegara membelanjakan rata-rata Rp1,3 juta per orang. Pola belanja mereka mencakup biaya penginapan, restoran, dan jasa pemandu wisata. Total dari kelompok ini menyentuh angka Rp2 miliar lebih.

“Dalam setahun. Itu hitung-hitungannya orang datang, misal datang itu 65.000. Belanja sehari, datang, pengeluaran bensin, belanja. Kalau dari luar kan menginap. Nah, itu bentuk-bentuk yang kita hitung,” jelas Ahmad.

Pelaku UMKM dan Pedagang Kecil Jadi Tumpuan

Efek domino yang dimaksud Ahmad bukan sekadar angka. Aktivitas wisata berbasis budaya ini secara alami menciptakan pasar baru bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar museum. Kerumunan pengunjung, menurutnya, otomatis menggerakkan perekonomian warga setempat.

“Ya orang yang berdagang, kan? Terus di mana ada kerumunan kan biasanya akan ada pergerakan ekonomi,” kata Ahmad.

Museum Tak Lagi Sekadar Pajang Koleksi

Melihat potensi besar ini, manajemen Museum NTB berkomitmen mendongkrak jumlah kunjungan. Strategi utamanya adalah merombak cara penyajian sejarah kepada publik. Konsep museum internasional kini bergeser dari sekadar menampilkan benda menjadi bercerita.

“Secara internasional, museum ini memang terus berubah konsepnya. Kalau dulu hanya menyajikan, menampilkan, sekarang konsep museum itu tidak hanya menyajikan, tapi juga menceritakan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks