MATARAM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, memastikan seluruh persiapan penyambutan jamaah haji telah rampung. Fokus utama adalah mengurai potensi kemacetan dan kebingungan di area bandara saat proses penyerahan jamaah ke pihak keluarga.
3 Fase Penanganan Kedatangan Jamaah
Menurut Lalu Amin, alur penjemputan hingga penyerahan jamaah dibagi dalam tiga fase utama. Pertama, penjemputan oleh keluarga di area yang telah ditentukan. Kedua, penempatan jamaah di titik transit sementara. Ketiga, serah terima resmi dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota, yang kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
"Setiap fase dirancang agar berjalan rapi, tertib, dan tanpa hambatan dengan koordinasi antarpihak yang telah disepakati," ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Penempatan Personel di Titik Krusial
Seluruh 81 personel yang disiagakan akan ditempatkan di titik-titik yang dianggap krusial di Bandara Lombok. Mereka bertugas mengatur alur penjemputan keluarga, memandu pergerakan jamaah, serta memastikan proses serah terima antardaerah berlangsung cepat.
"Pembagian peran dan titik tugas telah disepakati oleh seluruh PPIH untuk mengurangi tumpang tindih tugas. Penempatan final personel memastikan penanganan lancar saat kedatangan dan serah terima kepada pihak kabupaten," kata Lalu Amin.
Antisipasi Kemacetan dan Kebingungan
Perhatian khusus diberikan pada area drop zone dan pintu keluar bandara untuk mencegah penumpukan kendaraan. Petugas juga akan membantu mengarahkan keluarga jamaah yang belum mengetahui lokasi penjemputan. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya yang kerap terjadi antrean panjang di luar terminal.
Selain itu, koordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola bandara telah dilakukan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan Bandara Lombok. Dengan skema ini, diharapkan proses kedatangan hingga jamaah berkumpul kembali dengan keluarganya berjalan tanpa kendala berarti.