Pencarian

Pemprov NTB Siapkan Studi Kelayakan Kabel Laut untuk Proyek Supergrid Energi Bersih, Target 2031-2033

Senin, 25 Mei 2026 • 08:59:01 WIB
Pemprov NTB Siapkan Studi Kelayakan Kabel Laut untuk Proyek Supergrid Energi Bersih, Target 2031-2033
Pemprov NTB memulai studi kelayakan kabel laut untuk proyek supergrid energi bersih target 2031-2033.

MATARAM — Rencana besar NTB menjadi supergrid energi baru terbarukan memasuki babak baru dengan disiapkannya kajian studi kelayakan. Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin mengungkapkan pembangunan jaringan transmisi area luas terkendala nilai keekonomian, sehingga diperlukan langkah konkret untuk menguji kelayakan proyek.

"Hasil konsultasi kami dengan Dirjen Gatrik Kementerian ESDM bahwa untuk menjadi sebuah supergrid tidak mudah, salah satunya harus ada jaringan bawah laut," ujar Samsudin di Mataram, Minggu (24/05/2026).

Mengapa Proyek Supergrid Butuh Kabel Laut?

Pembangunan jaringan transmisi area luas membutuhkan infrastruktur raksasa, terutama kabel listrik bawah laut di Selat Lombok yang menyambungkan NTB dengan Bali. Pemerintah pusat menilai proyek ini baru layak secara ekonomi sekitar tahun 2031-2033.

"Kementerian ESDM melihat perkembangan penduduk dan sebagainya, sehingga kelayakan sekitar tahun 2031-2033 untuk menyambungkan jaringan kabel laut di Selat Lombok," kata Samsudin.

Studi kelayakan yang tengah disiapkan Pemprov NTB bertujuan menguji apakah pembangunan bisa dipercepat dari proyeksi tersebut. Kajian ini juga menghitung secara detail potensi energi baru terbarukan yang dimiliki NTB sebagai syarat utama menjadi supergrid.

7 Sumber Energi Bersih Jadi Modal Utama

NTB memiliki tujuh sumber energi baru terbarukan: air, matahari, angin, arus laut, sampah, biomassa, hingga panas bumi. Dinas ESDM NTB mencatat kontribusi energi bersih saat ini mencapai 25 persen — jauh di atas bauran nasional yang hanya 15,75 persen dengan kapasitas terpasang 15.630 megawatt.

"Berapa kemampuan NTB dan bagaimana jika dibandingkan dengan NTT, NTB sebagai supergrid harus mampu mengidentifikasi potensi itu," papar Samsudin.

Kapasitas terpasang pembangkit energi terbarukan di NTB meliputi PLTS on grid 21,6 megawatt, PLTS off grid industri pertambangan 26,8 megawatt, dan PLTMH 18,5 megawatt.

Cari Pendanaan Lewat Kedutaan Besar dan Sektor Swasta

Pemerintah NTB aktif menawarkan peluang investasi setrum bersih kepada sejumlah kedutaan besar, sektor privat, dan organisasi nirlaba. Langkah ini diambil karena keterbatasan anggaran daerah.

"Dukungan anggaran kami terbatas. Gubernur telah meminta dukungan melalui mitra strategis, seperti kedutaan besar," pungkas Samsudin.

Gagasan NTB sebagai supergrid energi baru terbarukan telah dideklarasikan dalam forum kerja sama Bali-NTB-NTT (KRBN). Proyek ini menjadi langkah strategis membantu Indonesia mencapai target emisi nol bersih. Saat ini Bali masih masuk ke jaringan transmisi Jawa, sehingga ke depan listrik Pulau Dewata akan dipasok dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Bagikan
Sumber: lingkar.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks