Pencarian

Bupati Sumbawa Temukan Ekskavator Illegal Logging Pindah dari Garis Polisi, Beri Waktu 2 Hari Turunkan Alat Berat

Sabtu, 23 Mei 2026 • 12:36:07 WIB
Bupati Sumbawa Temukan Ekskavator Illegal Logging Pindah dari Garis Polisi, Beri Waktu 2 Hari Turunkan Alat Berat
Bupati Sumbawa temukan ekskavator illegal logging yang dipindah dari garis polisi di lapangan.

SUMBAWA BESAR — Aktivitas pembalakan liar di Kabupaten Sumbawa masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot mengungkapkan, laporan terbaru menunjukkan praktik illegal logging masih terjadi di Kecamatan Alas, Batulanteh, dan Lenangguar.

Yang menjadi perhatian, tim satgas perlindungan dan pengamanan hutan yang sudah bertugas hampir setahun masih menemukan pelanggaran di lapangan. Bahkan, hasil pengecekan terbaru menunjukkan adanya perpindahan eskavator yang sebelumnya sudah dipasangi garis polisi.

Batas Waktu Dua Hari untuk Pemilik Alat Berat

Bupati memastikan langkah tegas akan segera diambil terhadap alat berat maupun barang bukti hasil tebangan liar. Pemilik eskavator diberikan waktu dua hari ke depan untuk menurunkan alat berat secara mandiri.

"Jika tidak ada tindak lanjut dari pemilik, pemerintah akan melakukan tindakan teknis berupa modifikasi kunci oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bersama mekanik yang ditunjuk," kata Syarafuddin Jarot saat memimpin rapat evaluasi di Sumbawa Besar.

Kayu Hasil Tebangan Liar Akan Dicacah

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum sepakat memperkuat penindakan untuk memberikan efek jera. Salah satu langkah yang akan diterapkan, kayu hasil illegal logging yang telah diamankan akan dicacah menjadi potongan kecil.

Langkah ini dilakukan agar kayu tersebut tidak lagi memiliki nilai ekonomis dan tidak dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak mana pun. "Pemerintah berkomitmen memberantas praktik illegal logging dan memperkuat upaya perlindungan kawasan hutan demi masa depan yang lebih asri," tegasnya.

Program Sumbawa Hijau Lestari: Dua Langkah Utama

Program Sumbawa Hijau Lestari tetap menjadi prioritas dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini difokuskan pada dua langkah utama, yakni menjaga kawasan hutan yang masih lestari serta memulihkan kawasan hutan yang rusak melalui penghijauan dan penanaman pohon.

Tim satgas perlindungan dan pengamanan hutan telah berjalan hampir satu tahun. Pemerintah juga melaksanakan kegiatan Safari Menanam di 13 titik pada 11 kecamatan dengan tingkat pertumbuhan tanaman yang dinilai cukup baik.

Pada masa pemerintahannya, perhatian juga akan difokuskan pada pemeliharaan tanaman yang telah ditanam. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembangunan pagar pengaman di tiga lokasi prioritas, yaitu Beringin Sila, Kapasari, dan Bendungan Gapit.

"Saya minta Bapperida bersama DLH dan pihak kecamatan untuk segera melakukan penetapan dan pematokan batas lokasi yang akan dipagari dengan memastikan tidak memasuki lahan milik masyarakat," pungkas Bupati.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks