Pencarian

Polemik Muscab PPP Lobar Makin Panas, 7 PAC vs 3 PAC — Mantan Ketua DPC Minta DPP Tak Memenangkan Calon yang Kalah

Jumat, 22 Mei 2026 • 14:38:15 WIB
Polemik Muscab PPP Lobar Makin Panas, 7 PAC vs 3 PAC — Mantan Ketua DPC Minta DPP Tak Memenangkan Calon yang Kalah
Polemik Muscab PPP Lombok Barat memanas dengan dukungan PAC yang terbagi antara dua calon ketua DPC.

GIRI MENANG — Polemik kepemimpinan PPP Lombok Barat (Lobar) kian memanas setelah Muscab pada April 2026 lalu menghasilkan pemenang yang suaranya justru terancam dikalahkan oleh keputusan pusat. Achmad Suparman mengantongi dukungan tujuh PAC, sementara rivalnya, Muhali, hanya didukung tiga PAC. Namun, kabar yang beredar menyebut DPP justru akan menerbitkan SK untuk Muhali sebagai ketua DPC.

Mantan Ketua DPC: Jangan Memenangkan yang Kalah

H.M. Ruslan, mantan Ketua DPC PPP Lobar yang kini menjabat pengurus DPW PPP, angkat bicara. Ia sudah berkonsultasi langsung ke DPP dan bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP Jabar, Idris, yang juga formatur untuk NTB.

“Kami mohon ke beliau, agar (kandidat) yang menang dimenangkan, yang kalah dikalahkan, jangan ini memenangkan yang kalah. Dan Achmad Suparman menang suara PAC dengan dukungan jauh sekali, tujuh banding tiga,” tegas Ruslan, Rabu (20/5/2026).

Ruslan menilai keputusan memenangkan calon dengan suara minoritas akan mempengaruhi soliditas internal partai ke depan. Terlebih, ia mengklaim perolehan kursi PPP di DPRD Lobar naik dari tiga menjadi lima kursi selama sepuluh tahun kepemimpinannya.

7 PAC vs 3 PAC: Suara Arus Bawah Terbelah

Ketua PAC PPP Kecamatan Kediri, Maksum, mengklaim sejumlah PAC menyatakan kekecewaan dan melayangkan protes keras terhadap pimpinan sidang muscab. Mereka menilai forum sengaja diarahkan menuju jalan buntu alias deadlock demi kepentingan kelompok tertentu.

“Indikasi pimpinan sidang sengaja membuat skenario kebuntuan pleno dan menghentikan sidang untuk tim formatur,” ujar Maksum. Padahal, berdasarkan AD/ART PPP, jika musyawarah mufakat tidak mencapai titik temu, pimpinan sidang wajib melanjutkan ke pemungutan suara atau voting. Namun, forum justru ditutup secara sepihak.

Fakta Singkat Polemik Muscab PPP Lobar

  • Dukungan PAC: Achmad Suparman 7 PAC, Muhali 3 PAC
  • Kursi DPRD Lobar: naik dari 3 kursi (sebelum Ruslan) menjadi 5 kursi (setelah Ruslan menjabat)
  • Kekhawatiran: keputusan DPP yang kontroversial bisa memicu kemunduran partai pada Pileg mendatang
  • Protes: sejumlah PAC menuding pimpinan sidang sengaja membuat skenario deadlock

DPP dan DPW Diminta Konsisten

Ruslan mengingatkan komitmen awal DPP yang disampaikan Wasekjen saat ia konsultasi: DPP berjanji akan memperjuangkan kandidat yang menang dukungan muscab. Namun, tiba-tiba justru terjadi pembalikan — Achmad Suparman yang menang mayoritas kabarnya akan dikalahkan.

“Saya selaku orang tua berharap proses dikembalikan pada aspirasi PAC. Ini demi kepentingan partai ke depan,” kata Ruslan.

Ia juga menyoroti persepsi publik yang dikhawatirkan semakin jatuh jika DPP kekeuh mengeluarkan SK untuk kandidat yang kalah suara. Polemik ini, menurutnya, bisa menjadi preseden buruk bagi demokrasi internal partai berlambang Ka'bah tersebut.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks