Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, mengatakan digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren. Pihaknya ingin siswa menggunakan ponsel secara cerdas dan bertanggung jawab.
"Di SMAN 9 kami menggunakan aplikasi Skul.id dari mitra Telkomsel. Anak, guru, dan orang tua terhubung dalam satu aplikasi. Mulai dari absensi, asesmen, hingga kegiatan pembelajaran," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (11/5).
Fitur Aplikasi: Absensi, Asesmen, hingga Pemantauan Orang Tua
Melalui sistem itu, orang tua dapat memantau perkembangan belajar anak secara real-time. Sementara guru mendapatkan ruang untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif.
Nengah menegaskan bahwa digitalisasi yang berjalan di sekolahnya bertujuan agar penggunaan gadget di kalangan remaja lebih terarah. "Digitalisasi pembelajaran sudah berjalan di SMA Negeri 9 Mataram. Jadi penggunaan gadget untuk hal yang produktif dan mendukung proses belajar," katanya.
Bukan Sekadar Digital: Sekolah Ramah Anak dan Tanpa Hukuman
SMAN 9 Mataram tidak hanya berfokus pada teknologi. Sekolah ini juga menjalankan konsep sekolah ramah anak, sekolah sehat, dan sekolah tanpa hukuman yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
"Kami juga sekolah sehat dan sekolah tanpa hukuman dan sangat mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan," jelas Nengah.
Penguatan karakter siswa dilakukan melalui Tim Disiplin Positif atau Dispo. Tim ini bertugas mendampingi perilaku siswa agar tetap tertib tanpa pendekatan punitif.
Padukan Teknologi dengan Budaya dan Literasi
Berbagai program tersebut dipadukan dengan kegiatan budaya dan literasi, seperti Sabtu Budaya, Gerakan Literasi Budaya (ELIDA), hingga Sanggar Teater Songo. Semua itu menjadi ruang pengembangan bakat dan identitas budaya siswa.
"Teknologi penting, tetapi kedekatan dengan siswa dan pembentukan karakter tetap menjadi prioritas kami," tutur Nengah.
Selain itu, SMAN 9 Mataram juga aktif mendorong peningkatan kompetensi akademik melalui simulasi Olimpiade Sains Nasional (OSN), penguatan literasi bersama Balai Bahasa Provinsi NTB, serta program pengembangan guru.
Melalui perpaduan teknologi dan pendekatan humanis, sekolah berharap mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang adaptif, modern, dan tetap berorientasi pada pembentukan karakter siswa.