LOMBOK TIMUR — Personel Kapal Polisi XXI-1004 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat menggelar aksi bersih pantai di pesisir Tanjung Luar. Aksi lingkungan ini sengaja melibatkan partisipasi aktif anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir untuk memberikan edukasi langsung di lapangan.
Edukasi Ekosistem: Anak Pesisir Bahu-membahu Pungut Sampah
Anak-anak yang dijuluki generasi maritim ini tampak antusias mendampingi polisi memungut berbagai jenis sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai. Kehadiran mereka bukan sekadar membantu teknis pembersihan, melainkan menjadi sarana belajar mengenai dampak buruk sampah bagi kehidupan biota laut.
Petugas memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana sampah plastik dapat merusak ekosistem bawah laut jika dibiarkan menumpuk. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlangsungan lingkungan pantai Tanjung Luar sebagai salah satu pusat aktivitas maritim paling sibuk di Lombok Timur.
Aksi ini juga menjadi ruang interaksi positif antara aparat kepolisian dengan warga setempat. Dengan penuh semangat, personel Kapal Polisi XXI-1004 mengarahkan anak-anak untuk memilah sampah organik dan anorganik yang mereka temukan di sepanjang pesisir.
Program Asri: Bentuk Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Program Asri. Selain menjaga estetika pantai, program tersebut dirancang untuk mendekatkan institusi Polri dengan warga pesisir melalui aksi sosial yang berdampak jangka panjang.
“Melalui program Asri ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak-anak pesisir, untuk lebih peduli terhadap lingkungan laut dan pantai. Kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kombes Pol Boyke.
Polairud Polda NTB berharap melalui kegiatan rutin seperti ini, kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat. Lingkungan pantai yang bersih, sehat, dan nyaman diharapkan mampu mendukung kualitas hidup masyarakat pesisir di masa depan.