OJK: Banyak Saham RI Berpotensi Masuk Indeks Global MSCI, Ini Dampaknya bagi Pasar Modal NTB

Penulis: Ridho Pratama  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 21:25:16 WIB
OJK menilai banyak saham Indonesia berpotensi masuk indeks global MSCI untuk memperluas basis investor.

MATARAM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masih banyak saham perusahaan Indonesia yang berpotensi masuk dalam indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Jika terealisasi, langkah ini diyakini bisa mendongkrak likuiditas pasar dan memperluas basis investor, termasuk dari kalangan institusi global yang selama ini hanya menyasar emiten besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebutkan potensi itu belum sepenuhnya tergarap. Menurutnya, banyak perusahaan dengan fundamental kuat dan tata kelola baik yang layak masuk radar MSCI.

Apa Artinya bagi Emiten Daerah?

Masuknya saham ke indeks MSCI biasanya diikuti oleh pembelian besar-besaran dari dana kelolaan reksa dana global yang menjadikan MSCI sebagai acuan. Bagi emiten dari daerah, termasuk yang berbasis di NTB, peluang ini bisa membuka akses pendanaan yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada investor domestik.

“Masih banyak saham kita yang potensial untuk masuk MSCI. Ini soal kesiapan emiten dan konsistensi kinerja,” ujar Hasan dalam sebuah forum diskusi pasar modal, tanpa menyebutkan nama emiten spesifik.

Kriteria Ketat MSCI

Untuk bisa masuk dalam indeks MSCI, emiten harus memenuhi sejumlah syarat ketat, seperti kapitalisasi pasar minimum, likuiditas perdagangan yang tinggi, serta rasio free-float yang memadai. OJK mendorong emiten daerah untuk terus memperbaiki tata kelola dan transparansi laporan keuangan agar memenuhi standar global.

Di NTB sendiri, beberapa perusahaan daerah yang tercatat di bursa dinilai masih dalam tahap pengembangan. Pasar modal daerah disebut masih perlu didorong agar lebih atraktif bagi investor asing.

Dampak ke Pasar Modal Lokal

Jika realisasi potensi ini terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan di bursa pusat. Daerah seperti NTB yang memiliki sektor pariwisata dan pertanian unggulan bisa menarik minat investor melalui emiten sektor riil yang terdaftar di bursa. OJK berjanji akan terus memfasilitasi emiten daerah untuk memenuhi standar internasional tanpa mengorbankan kepatuhan regulasi.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti kapan saham-saham Indonesia akan masuk dalam indeks MSCI. OJK menyebut prosesnya bergantung pada kesiapan masing-masing emiten dan dinamika pasar global.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: lombokboss.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top