DOMPU — Dua ruas jalan utama di Kabupaten Dompu, yakni jalur Persinggahan dan Karijawa, kini dipenuhi lubang yang mengancam keselamatan pengendara. Kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa adanya perbaikan permanen dari Dinas Teknis setempat.
Hasil pantauan di lapangan, lubang-lubang dengan kedalaman bervariasi tersebar di sepanjang jalan. Kerusakan ini tidak hanya membuat perjalanan tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua saat malam hari atau ketika hujan turun.
Upaya menutup lubang dengan campuran pasir dan batu (sirtu) telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Namun, warga menilai langkah ini hanya bersifat tambal sulam dan tidak menyelesaikan masalah.
“Beberapa titik memang sudah ditimbun sirtu, tapi itu tidak bertahan lama. Kalau kena hujan atau dilewati kendaraan besar, sirtunya berhamburan lagi dan jalan jadi berdebu. Tetap saja sangat tidak nyaman dilalui,” ujar Abdul Khaer, warga Kelurahan Karijawa.
Material sirtu yang tercecer di permukaan aspal yang masih utuh justru dikhawatirkan membuat jalan menjadi licin. Kondisi ini memaksa pengendara motor untuk ekstra hati-hati memilih jalur.
Jalur Persinggahan dan Karijawa merupakan urat nadi transportasi bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Dompu. Kerusakan yang berkepanjangan tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa.
“Kalau dibiarkan terus tanpa pengaspalan permanen, bukan cuma kendaraan yang cepat rusak, tapi nyawa pengendara juga taruhannya,” tambah Abdul Khaer.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu melalui dinas terkait untuk segera memprioritaskan perbaikan permanen. Harapannya, bukan sekadar penambalan darurat, melainkan pengaspalan ulang yang memadai agar jalan memiliki daya tahan lama dan tidak cepat rusak kembali.