MAN Dompu Gelar Salat Gaib untuk TGH Lalu Muhammad Turmudzi, Pendiri Ponpes Qomarul Huda Bagu

Penulis: Okta Nugraha  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:16:01 WIB
Kepala MAN Dompu H. Hairil Anwar menyampaikan keterangan terkait pelaksanaan salat gaib untuk TGH Lalu Muhammad Turmudzi.

DOMPU — Kepala MAN Dompu H. Hairil Anwar menyatakan salat gaib digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi almarhum yang dikenal sebagai ulama kharismatik di Nusa Tenggara Barat. Almarhum semasa hidup juga menjabat Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NTB.

Pelaksanaan ibadah di Masjid Qushurul Jannah bukan tanpa alasan. Fasilitas ibadah di lingkungan MAN Dompu belum dapat digunakan secara optimal karena renovasi sekolah masih berlangsung.

Kondisi itu tidak menghalangi keluarga besar madrasah menjalankan kegiatan keagamaan bersama.

Mengapa Salat Gaib Digelar di Masjid Qushurul Jannah

Renovasi yang tengah berjalan membuat masjid lingkungan madrasah belum bisa dipakai. Pihak sekolah kemudian memindahkan kegiatan ke Masjid Qushurul Jannah di Kelurahan Kandai II.

Salat gaib dipimpin Ahmad Syauqy Alfan, M.H., dan diikuti siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung Jumat (16/10).

Menanamkan Penghormatan kepada Ulama Sejak Dini

Hairil menuturkan, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa. Terutama pentingnya menghormati ulama yang berjasa dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan umat.

"Kami ingin menanamkan kepada siswa-siswi MAN Dompu, agar bisa menghargai keberadaan ulama-ulama kharismatik di Nusa Tenggara Barat. Salah satunya adalah TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin," ujarnya.

Almarhum dikenal memiliki pengabdian besar di bidang pendidikan Islam, dakwah, dan pembinaan umat. Selain mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, ia juga menjabat Rais Syuriah PWNU NTB.

Keteladanan Almarhum sebagai Inspirasi Siswa

Hairil berharap keteladanan almarhum menjadi inspirasi bagi siswa dalam menuntut ilmu, membangun akhlak, serta mengabdikan diri kepada masyarakat.

"Harapan kami, siswa-siswi MAN Dompu dapat menjadikan almarhum sebagai inspirasi. Beliau sosok yang luar biasa, bukan hanya sebagai Rais Syuriah PWNU NTB, tetapi juga pendiri, pengasuh, sekaligus pembina Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu. Karena itu, sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi, menghormati jasa-jasa beliau, serta menyampaikan penghormatan terakhir melalui doa-doa terbaik," tambahnya.

Hairil yang merupakan kader GP Ansor dan penggerak Nahdlatul Ulama menilai pengabdian almarhum dalam membina umat dan mengembangkan pendidikan pesantren menjadi teladan berharga bagi generasi muda.

Doa juga dipanjatkan agar almarhum mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT serta ditempatkan di sisi-Nya. Keluarga, santri, dan seluruh pihak yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top