Pencarian

Disperindag NTB Fasilitasi 25 UMKM Kuliner Jualan di Arena MotoGP Mandalika 2026

Rabu, 07 Oktober 2026 • 11:16:17 WIB
Disperindag NTB Fasilitasi 25 UMKM Kuliner Jualan di Arena MotoGP Mandalika 2026
Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, menyatakan 25 stan UMKM kuliner difasilitasi untuk pelaku usaha binaan dari 10 kabupaten/kota.

MATARAM — Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, menyatakan stan yang disediakan difasilitasi untuk UMKM binaan dari 10 kabupaten/kota. Proses kurasi dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan produk dan tampilan pelaku usaha memenuhi standar yang ditetapkan pengelola kegiatan.

"Dari Disperindag kita diberikan 25 stan untuk UMKM. Sudah kita kurasi dari 10 kabupaten/kota dan sudah technical meeting," jelas Wiranata.

Ketentuan berjualan di dalam arena mengikuti standar yang ditetapkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA)/ITDC selaku pengelola kegiatan. Hanya pelaku usaha kuliner dengan produk makanan siap santap (ready-to-eat) yang diperbolehkan mengisi stan tersebut.

Standar Kemasan hingga Kebersihan Jadi Syarat Wajib

Selain jenis produk, para pelaku UMKM diberikan sejumlah ketentuan terkait tampilan stan, penggunaan kemasan, kebersihan, dan standar pelayanan. Disperindag bersama pihak terkait melakukan kurasi untuk memastikan seluruh syarat tersebut dipenuhi.

"Keragamannya kita kurasi, kemudian tempatnya dan standar yang diberikan MGPA. Misalnya tidak boleh terlalu banyak plastik dan ada beberapa ketentuan lainnya, semua harus dipenuhi syaratnya oleh UMKM yang jualan," ujarnya.

Para UMKM akan menempati stan di beberapa titik di kawasan sirkuit. Di antaranya area Nusantara di belakang tribun D serta kawasan dekat South Tunnel yang menjadi salah satu akses masuk dari sisi selatan.

Harga Produk Sejenis Diminta Seragam

Disperindag NTB mendorong adanya keseragaman harga untuk produk sejenis yang dijual di area tersebut. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi perbedaan harga yang terlalu jauh dan berujung pada keluhan pengunjung.

"Misalnya sama-sama jual nasi ayam atau nasi rarang, jangan sampai yang satu Rp20 ribu, yang satu Rp50 ribu. Kita standarkan supaya pembeli juga tidak komplain," jelasnya.

Menurut Wiranata, penerapan standar tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi pelaku UMKM agar semakin profesional dalam mengikuti event berskala internasional.

Bukan Sekadar Mengejar Penjualan

Wiranata menuturkan, keikutsertaan UMKM dalam ajang MotoGP tidak semata-mata untuk mengejar peningkatan penjualan. Event internasional ini juga diharapkan menjadi kesempatan bagi UMKM NTB untuk belajar meningkatkan kualitas usaha, mulai dari penataan tempat, penyajian produk hingga kebersihan.

"Pertama kita harapkan produk UMKM kita bisa terjual. Kedua, standarnya sekarang sudah bagus sekali. Lebih baik dari tahun sebelumnya," katanya.

"Harapan kita UMKM ini mulai belajar lebih baik cara penjualannya, mulai dari penampilan tempat jualan, barang-barang sampai kebersihan," ujarnya menambahkan.

Sementara untuk pelaku usaha di luar kawasan sirkuit, Disperindag tidak menyiapkan stan khusus. Aktivitas perdagangan masyarakat di sepanjang jalur menuju kawasan Mandalika, termasuk arah Mataram, Senggigi hingga Lombok Utara, tetap menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbisntb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks