NUSA TENGGARA BARAT — Google meluncurkan Fitbit Edge sebagai pelacak kebugaran terbaru dengan layar AMOLED 1,34 inci dan GPS bawaan. Perangkat ini menggabungkan bentuk ringan fitness band dengan fitur smartwatch, berbeda dari Fitbit Air yang tanpa layar. Baterainya diklaim bertahan hingga tujuh hari.
Kehadiran layar AMOLED 1,34 inci menjadi pembeda utama. Panel tersebut mendukung always-on display, sehingga pengguna bisa melihat informasi tanpa harus mengangkat pergelangan tangan.
Dua kemampuan paling menonjol dari Fitbit Edge adalah layar AMOLED dan GPS bawaan. Layar AMOLED menampilkan warna lebih tajam dan kontras tinggi dibanding panel LCD, sekaligus mendukung mode always-on agar informasi tetap terlihat tanpa interaksi.
GPS bawaan memungkinkan pelacakan rute lari, bersepeda, atau jalan kaki tanpa perlu membawa ponsel. Data jarak, kecepatan, dan jalur bisa langsung direkam dari pergelangan tangan.
Google juga menyematkan sejumlah sensor kesehatan dan kebugaran. Detail lengkap mengenai jenis sensor belum diungkap dalam pengumuman resmi.
Fitbit Edge diklaim mampu bertahan hingga tujuh hari dalam sekali pengisian. Angka ini tergolong kompetitif untuk perangkat dengan layar AMOLED dan GPS aktif, meski daya tahan nyata biasanya bergantung pada intensitas pemakaian.
Fitbit Air hadir sebagai pelacak tanpa layar yang mengandalkan aplikasi ponsel untuk menampilkan data. Fitbit Edge mengambil pendekatan berbeda dengan menambahkan layar penuh dan GPS, sehingga lebih mandiri saat digunakan beraktivitas di luar ruangan.
Harga resmi Fitbit Edge belum diumumkan dalam materi yang tersedia. Informasi mengenai varian, tanggal mulai penjualan, dan kanal distribusi resmi juga belum disebutkan. Untuk pasar Indonesia, ketersediaan perangkat ini masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari Google.
Fitbit Edge menyasar pengguna yang ingin pelacak kebugaran ringan tapi tetap punya layar informatif dan GPS mandiri. Perangkat ini cocok untuk pelari, pesepeda, atau siapa pun yang rutin beraktivitas luar ruangan tanpa ingin membawa ponsel.