NUSA TENGGARA BARAT — Google dikabarkan tengah menyiapkan Fitbit Edge, pelacak kebugaran terbaru yang akan menjadi penerus seri Charge setelah jeda sejak 2023. Perangkat ini diklaim membawa sejumlah fitur ala smartwatch seperti notifikasi, Google Maps, kontrol musik, hingga dukungan Find My Device. Langkah ini menandai babak baru Fitbit sebagai merek perangkat keras mandiri di bawah naungan Google.
Kebangkitan Fitbit sebagai lini perangkat keras mandiri di bawah Google menjadi sinyal bahwa raksasa mesin pencari itu akhirnya memahami alasan utama akuisisi pada 2019 silam. Selama beberapa tahun, Fitbit sempat kehilangan arah setelah diakuisisi, sebelum perangkat lunaknya diadopsi untuk memperkuat kemampuan kesehatan Pixel Watch.
Kini, peran Fitbit bergeser kembali ke akar aslinya: menghadirkan perangkat keras terjangkau yang fungsional. Kehadiran Fitbit Edge disebut sebagai bukti bahwa Google tidak sekadar menguras kekayaan intelektual Fitbit, tetapi benar-benar membangun kembali identitas merek tersebut.
Kebangkitan Fitbit di Tangan Google
Saat Google mengakuisisi Fitbit pada 2019, masa depan merek ini sempat dipertanyakan. Banyak pihak menduga Google hanya akan mengambil teknologi dan kekayaan intelektualnya, lalu menutup sisa bisnisnya.
Dugaan itu tidak terbukti. Setelah beberapa tahun lesu, Fitbit justru menjadi tulang punggung perangkat lunak yang menggerakkan fitur kesehatan Pixel Watch. Kini, Fitbit kembali diposisikan sebagai merek perangkat keras mandiri di dalam ekosistem Google.
Perangkat lunak Fitbit saat ini terintegrasi erat dengan seluruh lini kesehatan Google. Karena itu, langkah kembali ke perangkat keras dinilai sebagai keputusan yang masuk akal secara strategi bisnis.
Fitur Fitbit Edge yang Bocor ke Publik
Berdasarkan bocoran yang beredar, Fitbit Edge akan membawa sejumlah kemampuan yang biasanya hanya ada di smartwatch. Pengguna disebut bisa menerima notifikasi, mengakses Google Maps, mengontrol musik, hingga memanfaatkan fitur Find My Device.
Untuk urusan kesehatan, perangkat ini tetap mengandalkan pelacakan kebugaran khas Fitbit. Jika pengguna berlangganan Google Health Premium, Fitbit Edge juga menghadirkan pelatih kebugaran berbasis kecerdasan buatan yang sudah diuji selama beberapa bulan terakhir.
Seri Charge sendiri belum mendapat penyegaran sejak 2023. Kehadiran Edge diprediksi membawa perubahan desain sekaligus menjembatani celah antara pelacak kebugaran konvensional dan smartwatch penuh.
Pelajaran dari Sukses Fitbit Air
Kesuksesan Fitbit Air pada Mei lalu menjadi latar belakang penting bagi langkah Google berikutnya. Perangkat tanpa layar itu diminati karena harganya yang terjangkau, sekitar 100 dolar AS, seiring tren pelacak kebugaran minimalis yang terus tumbuh.
Sejumlah pengguna bahkan berupaya menyembunyikan pelacak mungil itu di tempat yang tidak bisa dijangkau perangkat wearable biasa. Daya tarik utama Fitbit Air memang terletak pada ukurannya yang kecil dan fungsinya yang praktis.
Fitbit Edge hadir dengan pendekatan berbeda. Ia adalah pelacak kebugaran tradisional dengan layar dan sejumlah fitur tambahan. Meski begitu, dampak budayanya diperkirakan tidak akan sebesar Fitbit Air.
Posisi Fitbit di Pasar Wearable Indonesia
Di pasar Indonesia, segmen pelacak kebugaran dan smartwatch terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemantauan kesehatan. Merek seperti Xiaomi, Huawei, dan Samsung menjadi pemain utama di kategori ini.
Kehadiran Fitbit Edge berpotensi memperketat persaingan, terutama jika Google membawanya ke pasar global termasuk Indonesia. Integrasi dengan layanan Google seperti Maps dan Find My Device bisa menjadi nilai jual tersendiri bagi pengguna ekosistem Android.
Namun, strategi harga akan menjadi faktor penentu. Fitbit Air sukses karena harganya yang terjangkau, sementara Fitbit Edge yang lebih canggih berisiko dibanderol lebih mahal dan bersaing langsung dengan smartwatch murah dari kompetitor.
Yang jelas, keberadaan Fitbit Edge menegaskan bahwa Google tidak berniat menjadikan Fitbit sekadar warisan akuisisi. Merek ini kembali ke medan yang membuatnya dikenal: perangkat keras terjangkau yang melakukan hal-hal penting dengan baik.