MATARAM — Sebanyak 200 wisudawan mengikuti Sidang Senat Terbuka dan Wisuda ke II Universitas Bima Internasional (UNBIM) di Lombok Raya. Kegiatan itu dihadiri Kepala Yayasan, Rektor Apt. Ajeng Dian Pertiwi, Pembina Yayasan Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes, Kepala Dikpora Samsul Hadi, M.Pd, perwakilan LLDIKTI Wilayah 8 Dr. I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom., M.Kom, dan perwakilan kampus Filipina Prof. dr. Jurel M. Nuevo.
Rektor UNBIM Ajeng Dian Pertiwi menyampaikan rasa bangga kepada mahasiswa yang wisuda. Ia mengapresiasi wisudawan yang mampu menyelesaikan studi dengan tepat waktu.
"Hari ini saya umumkan juga, Rumah Sakit provinsi sedang membuka 30 lowongan pekerjaan untuk tenaga kesehatan fresh graduate," ujar Ajeng dalam sambutannya.
Ajeng meminta restu dan mengajak orang tua serta wisudawan untuk segera mendaftarkan dan melamar pekerjaan di RS Provinsi.
"Karena dari RSUD, anak-anak UNBIM akan diprioritaskan, Insya Allah," ujarnya.
Selain lowongan tenaga kesehatan, Ajeng menegaskan adanya peluang besar keterserapan kerja dari pengelolaan arsip dan peramban informasi. Hal itu disampaikannya setelah mengikuti diskusi dengan Pembina Yayasan dan Sekda Lombok Barat.
Pesan terakhir rektor untuk wisudawan agar dapat menjaga nama baik almamater dan membangun komunikasi serta saling mendukung satu sama lain.
"Jika saya mengucapkan Universitas Bima Internasional maka silahkan jawab Unggul dan Adaptif," tutup Ajeng.
Ketua Yayasan Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa indikator indeks pembangunan manusia adalah pendidikan.
"Oleh karena itu, saya mengajak kepada kita semua untuk terus merawat semangat untuk berpendidikan," tegas Syamsuriansyah.
Syamsuriansyah juga mengajak seluruh wisudawan untuk memutus rantai kemiskinan khususnya di keluarga sendiri. Ia menceritakan bahwa dirinya sebelumnya tidak pernah bermimpi jadi seorang Doktor, menjadi sarjana pun sudah luar biasa baginya.
"Artinya, dengan kita memiliki jenjang pendidikan yang tinggi kita akan dapat memutus rantai kemiskinan, dan itu saya buktikannya sampai hari ini," ajak Syamsuriansyah.