MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melantik pengurus Dekopinwil NTB periode 2024–2029 pada Selasa (21/7/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa era konflik internal telah usai. “Hari ini clear and clean. Semua sudah selesai. Sudah jelas ketuanya di pusat, sehingga tidak ada lagi hambatan,” katanya. Kepengurusan baru, menurut Iqbal, kini memiliki legitimasi penuh untuk bekerja selama lima tahun ke depan tanpa beban masa lalu.
Salah satu pekerjaan rumah terbesar yang dihadapi Dekopinwil NTB adalah citra buruk koperasi di mata publik. Gubernur Iqbal secara khusus menyoroti banyaknya kasus investasi bodong yang mengatasnamakan koperasi. “Makanya tadi hadir juga OJK di sini. Banyak investasi bodong mengatasnamakan koperasi. Salah satu isu yang Dekopinwil yang baru hadapi adalah rebranding,” ujarnya.
Ia meminta pengurus baru mampu memperkenalkan kembali koperasi sebagai badan hukum yang sehat, modern, dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif. Rebranding ini diharapkan bisa menghapus stigma negatif dan melahirkan kepercayaan baru dari publik.
Di sisi internal, Gubernur Iqbal menekankan bahwa tata kelola yang profesional adalah kunci daya saing koperasi. Pemprov NTB, kata dia, telah menyiapkan sumber daya manusia melalui program pelatihan manajer koperasi secara gratis. Program ini digarap Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah NTB bersama Universitas Mataram (Unram).
“Kita sudah punya kurikulum untuk pelatihan manajer koperasi. Kita terus menyiapkan suplai manajer koperasi, termasuk di luar Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” jelas Iqbal. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan setiap koperasi dikelola oleh tenaga profesional, bukan sekadar pengurus seremonial.
Gubernur Iqbal juga mengingatkan bahwa cita-cita koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia masih jauh dari harapan. Ia mengutip data World Cooperative Monitor yang menunjukkan kontribusi koperasi Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya sekitar 1,7 persen. “Angka itu jauh di bawah sejumlah negara maju yang mencapai 10 hingga 17 persen,” kata mantan Duta Besar RI untuk Turki ini.
Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi Dekopinwil NTB untuk bertransformasi. Menurut Iqbal, komposisi pengurus baru yang memadukan tokoh senior berpengalaman dan generasi muda diharapkan bisa membawa semangat pembaruan. “Kita berharap koperasi bisa melakukan rebranding supaya lahir kepercayaan baru. Koperasi adalah badan hukum untuk bisnis yang bisa diandalkan dan mendukung kegiatan produksi,” tutupnya. (*)