NUSA TENGGARA BARAT — Vinfast mengumumkan langkah terbarunya di pasar Indonesia dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/2). Pabrikan yang berbasis di Hanoi itu menegaskan komitmennya untuk menjadi pemain jangka panjang di segmen EV Tanah Air, bukan sekadar importir kendaraan listrik.
Infrastruktur pengisian daya menjadi fondasi utama strategi Vinfast. Perusahaan berencana membangun jaringan stasiun pengisian daya di berbagai titik strategis, mencakup area Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya.
“Kami tidak ingin konsumen ragu membeli mobil listrik karena khawatir kehabisan baterai di jalan,” ujar Nguyen Thi Thuy, Direktur Pemasaran Vinfast Indonesia. Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan pengelola mal, apartemen, dan SPBU sedang dalam tahap finalisasi.
Vinfast memboyong dua model mobil listrik untuk tahap awal, yakni VF 5 dan VF e34. Keduanya masuk segmen SUV kompak yang paling diminati konsumen Indonesia saat ini.
Selain mobil, Vinfast juga akan memperkenalkan motor listriknya, meski detail model dan jadwal peluncuran belum diumumkan secara resmi.
Strategi unik Vinfast adalah meluncurkan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik. Layanan ini akan beroperasi di Jakarta dan sekitarnya, menggunakan unit Vinfast VF 5 dan VF e34.
“Dengan layanan ini, masyarakat bisa merasakan langsung kenyamanan mobil listrik Vinfast tanpa harus membeli,” jelas Thuy. Pendekatan ini mirip dengan strategi awal Vinfast di Vietnam, di mana mereka menggandeng mitra ride-hailing untuk memperkenalkan produk ke publik.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan Vinfast adalah skema sewa baterai. Konsumen tidak perlu membeli baterai saat membeli mobil, cukup membayar biaya langganan bulanan.
Skema ini bertujuan menekan harga jual mobil listrik agar lebih terjangkau. Jika baterai mengalami degradasi atau kerusakan, Vinfast akan menggantinya tanpa biaya tambahan selama masa sewa. Detail biaya sewa per bulan akan diumumkan mendekati waktu peluncuran komersial.
Vinfast belum memastikan apakah akan membangun pabrik perakitan di Indonesia. Saat ini seluruh unit diimpor langsung dari pabrik utama di Hai Phong, Vietnam.
“Kami terus memonitor perkembangan pasar dan kebijakan insentif EV di Indonesia. Keputusan investasi pabrik akan diambil setelah volume penjualan mencapai skala tertentu,” kata Thuy. Untuk tahap awal, Vinfast menggandeng jaringan dealer lokal sebagai mitra penjualan dan servis.
Penjualan mobil listrik Vinfast dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga 2025. Harga resmi untuk VF 5 dan VF e34 akan diumumkan pada ajang GIIAS 2025 mendatang.