NUSA TENGGARA BARAT — Kebijakan privasi terbaru Samsung Health sempat memicu kehebohan di kalangan pengguna. Pemberitahuan izin (consent notice) yang mulai diedarkan memaksa pengguna memilih antara mengizinkan data kesehatan mereka digunakan untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI) atau menghadapi konsekuensi fitur yang tidak berfungsi optimal.
Kabar awalnya, seperti dilaporkan How-To Geek, menyebutkan bahwa pengguna yang memilih keluar (opt-out) dari program ini akan melihat notifikasi pop-up yang menyatakan data kesehatan mereka akan dihapus dan tidak lagi disinkronisasi. Hal ini langsung menimbulkan pertanyaan besar di komunitas pengguna Galaxy Watch dan pemilik ponsel Samsung.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Samsung buka suara. Dalam pernyataan resmi kepada 9to5Google, pihak perusahaan menegaskan bahwa data pengguna tidak akan dihapus seluruhnya. "Samsung Health menawarkan persetujuan opsional untuk menggunakan data kesehatan bagi pengembangan AI. Pengguna dapat menarik persetujuan ini kapan saja," bunyi pernyataan Samsung.
Lebih lanjut, Samsung menjelaskan: "Ketika persetujuan ditarik, hanya data yang dikumpulkan untuk pengembangan AI yang akan dihapus. Data kesehatan Anda yang sudah ada akan tetap disimpan sehingga Anda dapat terus menggunakan Samsung Health tanpa gangguan."
Dalam halaman dukungan resminya, Samsung merinci jenis data yang termasuk dalam program ini. Data tersebut meliputi jumlah langkah, data tidur, data pengobatan, pelacakan siklus menstruasi, hingga catatan kesehatan lengkap seperti riwayat perawatan dan hasil tes.
Data-data ini rencananya akan digunakan untuk melatih algoritma AI Samsung, termasuk yang melibatkan peninjauan oleh manusia (human review). Tujuannya adalah untuk meningkatkan fitur analisis kondisi kesehatan dan kemampuan AI di Samsung Health.
Meski data utama tidak dihapus, pengguna yang menolak izin tetap akan merasakan dampaknya. Samsung menyatakan bahwa pengguna tidak akan bisa menyinkronkan data kesehatan dengan akun Samsung mereka. Data yang dikumpulkan untuk AI juga akan dihapus, kecuali jika ada ketentuan hukum yang mewajibkan penyimpanan untuk jangka waktu tertentu.
Kebijakan ini hadir bertepatan dengan peluncuran desain ulang (redesign) Samsung Health yang mengadopsi lebih banyak fitur bertenaga AI. Pembaruan ini juga muncul hanya beberapa hari sebelum peluncuran Samsung Galaxy Watch 9.
Bagi pengguna di Indonesia, keputusan ini tetap perlu dipertimbangkan. Jika Anda sangat bergantung pada fitur sinkronisasi data antar perangkat Samsung, menolak izin bisa membatasi pengalaman penggunaan. Namun, jika privasi data kesehatan adalah prioritas utama, opsi untuk menolak tetap tersedia tanpa harus kehilangan seluruh data yang sudah tercatat. Pastikan untuk membaca pemberitahuan dengan saksama sebelum membuat keputusan di aplikasi Samsung Health Anda.