DOMPU — BPBD Kabupaten Dompu bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke lima desa yang mulai dilanda kekeringan. Total 240 kepala keluarga di dua kecamatan, Woja dan Pajo, kini bergantung pada pasokan air dari mobil tangki untuk kebutuhan sehari-hari.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Dompu, Wan Muhtajud, merinci tiga desa di Kecamatan Woja yang terdampak adalah Desa Bakajaya, Desa Nowa, dan Kelurahan Kandai 2. Sementara itu, di Kecamatan Pajo, kekeringan melanda Desa Ranggo dan Desa Tembalae dengan total 105 KK yang mengalami kesulitan air bersih.
"Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara sporadis dan insidental untuk mengatasi sementara persoalan kekeringan," jelas Wan Muhtajud kepada detikBali, Rabu (15/7/2026).
Selain kebutuhan rumah tangga, BPBD Dompu juga mewaspadai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Wan mengungkapkan bahwa lahan yang baru ditanam maupun yang siap panen berpotensi mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air.
"Untuk wilayah lain masih kami monitor dan berkoordinasi dengan kades dan lurah, begitu juga dengan lahan pertanian potensi mengalami kekeringan data sedang dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian," tutur Wan.
BPBD Dompu saat ini terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan para kepala desa dan lurah di wilayah lain. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan yang biasanya terjadi pada puncak musim kemarau di NTB. Pasokan air bersih dari mobil tangki akan terus diupayakan untuk daerah-daerah yang mulai dilaporkan mengalami krisis.