MATARAM — Wali Kota Bima A. Rahman H. Abidin buka suara terkait kabar yang menyebut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal akan bergabung dan maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB. Politikus yang akrab disapa Haji Man itu mengaku tidak melihatnya sebagai masalah, melainkan sebagai kekuatan baru bagi partai.
“Kalau Pak Gubernur jadi Ketua Demokrat, maka Demokrat semakin besar di NTB. Jadi, nggak ada masalah buat saya,” ujarnya di Mataram, Rabu, 8 Juli 2026.
Rahman menegaskan bahwa sebagai kader senior, ia tidak merasa tersaingi dengan niat Gubernur Iqbal. Baginya, persaingan dalam kontestasi internal partai adalah hal lumrah bagi seorang politisi.
“Kalau bersaing tidak ada masalah. Kami politisi biasa saling bersaing,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dirinya adalah produk kaderisasi Partai Demokrat. Mulai dari menjadi anggota DPRD NTB hingga akhirnya terpilih menjadi Wali Kota Bima, semua ditempuh melalui jalur partai. Oleh karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada mekanisme partai.
“Saya juga dibesarkan Partai Demokrat, jadi anggota DPRD NTB, jadi Wali Kota melalui Demokrat. Kita harus selalu hormat apa keputusan partai, sehingga siapa pun yang mau masuk kita harus persilahkan,” sambung Haji Man.
Musda pemilihan Ketua DPD Demokrat NTB akan berlangsung dalam waktu dekat. Sejumlah nama mulai mencuat, tidak hanya Gubernur Iqbal dan Wali Kota Rahman. Beberapa kader lain yang disebut-sebut masuk bursa antara lain:
Masuknya nama Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dalam bursa ini menarik perhatian publik. Sebagai kepala daerah, keputusan Iqbal untuk terjun langsung ke kontestasi internal partai dinilai akan mengubah peta persaingan di tubuh Demokrat NTB. Namun, Wali Kota Bima memastikan bahwa dirinya tidak akan gentar dan tetap menghormati proses demokrasi di internal partai.