Mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah Bantah Isu Korupsi MXGP, Sebut Berita Provokatif Rugikan Daerah

Penulis: Prayoga Santana  •  Senin, 06 Juli 2026 | 12:47:01 WIB
Mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah bantah tudingan korupsi terkait penyelenggaraan MXGP.

MATARAM — Mantan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc, merespons keras pemberitaan yang menyebut adanya dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan event MXGP dan Lomba Motor Cross Lombok Sumbawa. Melalui akun media sosial pribadinya, pria yang akrab disapa Bang Zul ini menyebut berita-berita tersebut sangat provokatif dan tendensius.

Isi Pemberitaan Dinilai Tidak Paham Konteks Event

"Dua hari belakangan ini riuh lagi pemberitaan tentang MXGP dan Lomba Motor Cross Lombok Sumbawa," tulis Bang Zul dalam unggahannya. Ia menambahkan, "Banyak sekali berita yang sangat provokatif dan terkesan sangat tendensius. Padahal nampaknya nggak begitu paham tentang event itu sendiri kayaknya."

Menurut Bang Zul, pemberitaan yang muncul justru mengarahkan tuduhan kepadanya saat masih menjabat sebagai Gubernur NTB. Ia menegaskan realita di lapangan tidak seperti yang dituduhkan. "Kalau kita terus ribut dan selalu memperkeruh suasana yang rugi daerah kita sendiri. Penyelenggara event-event dunia nggak senang ribut-ribut. Mereka ingin suasana yang nyaman dan kondusif," ujarnya.

Penyelenggara Dunia Masih Kontak, Tanyakan Keberlanjutan MXGP

Bang Zul mengungkapkan bahwa hingga saat ini, penyelenggara event-event dunia masih sering menghubunginya untuk menanyakan kelanjutan MXGP di NTB. "Mereka senang sekali datang ke daerah kita ini," ungkapnya. Hal ini membantah anggapan bahwa event tersebut bermasalah dan tidak diminati lagi.

Ia juga menyoroti isu pengadaan tanah di Samota yang terus dikait-kaitkan dengan panitia MXGP. "Coba bayangkan. Panitia MXGP bertahun-tahun digiring-giring dalam isu pengadaan tanah di Samota padahal nggak ada hubungan panitia MXGP dengan pengadaan tanah Samota. Di paksa-paksa terus agar heboh jadi berita. Hebohnya mungkin dapat, tapi daerah kita kemudian jadi rugi dan kelihatan nggak kondusif," tuturnya.

Bantah Isu Sponsor Ratusan Miliar

Mantan Gubernur itu juga mempertanyakan pemberitaan soal sponsorship ratusan miliar untuk MXGP. "Itu data dari mana? Kalau ada sponsor-sponsor besar itu murni kerjasama sponsor global dengan Pemilik Lisensi MXGP, bukan dengan panitia lokal Indonesia. Jadi orang ini berprasangka buruk saja dari dulu," sambungnya.

Bang Zul menuturkan kilas balik perjalanan sebelum MXGP bisa terselenggara di NTB. Ia mengaku pernah melobi pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan hosting fee sebesar Rp 12 miliar untuk Lombok dan Rp 12 miliar untuk Sumbawa. Total Rp 24 miliar itu disetujui dan kemudian dicairkan melalui event Lombok Sumbawa Motor Cross. "Dengan harapan sekalian bisa bantu event MXGP yang sudah kadung diselenggarakan," tambahnya.

Dorong Proses Hukum Jika Ada Dugaan Korupsi

Bang Zul menegaskan, jika memang ada dugaan penyimpangan atau korupsi dalam pelaksanaan Motor Cross Lombok Sumbawa, proses hukum harus ditempuh. "Kalau dirasakan ada penyimpangan atau korupsi di pelaksanaan Motor Cross Lombok Sumbawa ya kita serahkan dong ke proses hukum di kepolisian dan kejaksaan yang sedang berlangsung. Bukan malah fitnah kiri kanan yang bikin daerah kita gaduh terus sehingga orang jadi enggan beraktivitas di daerah kita," tegasnya.

Ia prihatin kepada panitia penyelenggara yang sudah berupaya maksimal. "Kasihan panitia MXGP-nya. Sudah susah-susah cari dana dari pemerintah, dana-nya turun ke pemda, malah dituduh pula korupsi dan menanggung hutang. Tapi inilah daerah kita dengan segala riak dan warna-warninya. Tapi nggak boleh begini terus dong. Kita sendiri yang akan rugi," tutup Bang Zul dalam tulisannya. (AL-03)

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: ayolombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top