Kopassus Gelar Simulasi Misi Rahasia di KEK Mandalika, 87 Prajurit Dikerahkan Panglima

Penulis: Taufik Rahman  •  Senin, 29 Juni 2026 | 20:34:01 WIB
Panglima Kopassus pimpin simulasi misi rahasia melibatkan 87 prajurit di KEK Mandalika, Lombok.

MATARAM — Panglima Kopassus Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi memimpin langsung latihan simulasi misi rahasia yang melibatkan 87 prajurit di KEK Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (29/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan satuan sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga sipil.

Konvoi Kendaraan Tempur Kelilingi Kota Mataram

Usai menjalani simulasi di kawasan KEK Mandalika, rombongan Kopassus melakukan konvoi kendaraan tempur mengelilingi Kota Mataram. Aksi ini menjadi momen langka bagi warga yang bisa melihat langsung alutsista milik pasukan elite TNI dari jarak dekat.

Panglima Kopassus sengaja merancang kegiatan ini agar masyarakat tidak hanya mendengar tentang kemampuan prajurit, tetapi juga bisa berinteraksi secara langsung. "Ini bentuk kedekatan Kopassus dengan rakyat," ujar Djon Afriandi dalam keterangannya.

Misi Rahasia Disimulasikan di Destinasi Super Prioritas

Pemilihan KEK Mandalika sebagai lokasi simulasi bukan tanpa alasan. Kawasan yang menjadi destinasi super prioritas nasional itu dinilai memiliki karakteristik medan yang menantang dan relevan dengan skenario operasi khusus. Latihan ini sekaligus menguji kesiapan prajurit dalam mengamankan objek vital nasional.

Kopassus secara berkala menggelar latihan di berbagai daerah untuk menjaga profesionalisme. Kegiatan di Lombok menjadi salah satu agenda tahunan yang melibatkan personel dari berbagai satuan di jajaran komando.

Pendekatan Humanis ala Pasukan Khusus

Momen konvoi kendaraan tempur di Mataram menjadi daya tarik tersendiri. Warga yang melintas di sejumlah ruas jalan utama menyempatkan diri mengabadikan momen tersebut. Beberapa anak-anak bahkan melambaikan tangan saat rombongan melintas.

Kopassus memang dikenal sering menggelar kegiatan sosial dan pertunjukan kemampuan di ruang publik untuk menghilangkan kesan eksklusif. Langkah ini dinilai efektif membangun citra positif TNI di mata masyarakat sipil.

Latihan di Mandalika berlangsung selama sehari penuh dengan pengamanan ketat dari personel gabungan. Tidak ada gangguan berarti selama kegiatan berlangsung.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: mataram.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top