MATARAM — DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan alokasi anggaran dari APBD untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menegaskan pembahasan kebutuhan dana persiapan akan dimulai dalam pembahasan APBD 2027.
Pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tetapi juga pembinaan atlet. Isvie menargetkan NTB mampu menembus posisi lima besar pada PON mendatang.
“Persiapan tentu mencakup anggaran dan atlet. Pemerintah daerah harus benar-benar mempersiapkan keduanya karena kami menargetkan masuk lima besar,” ujarnya di Mataram, baru-baru ini.
Isvie menjelaskan, penyelenggaraan PON membutuhkan pembiayaan besar sehingga tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Karena itu, pemerintah daerah akan mengalokasikan sebagian anggaran melalui APBD.
Meski demikian, ia memastikan alokasi tersebut tidak akan mengganggu belanja pembangunan atau program daerah lainnya. “Insya Allah tidak akan mengganggu belanja lainnya. Namun, kami berharap pemerintah pusat memberikan porsi pembiayaan yang cukup,” katanya.
DPRD bersama pemda berencana mulai membahas kebutuhan anggaran persiapan PON dalam pembahasan APBD 2027. Sebagian besar pembiayaan tetap diharapkan bersumber dari APBN, sementara daerah akan mendukung melalui ruang fiskal yang tersedia.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyerahkan surat keputusan penetapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON XXII di Jakarta pada Selasa (23/6). Isvie mengapresiasi keputusan pemerintah pusat yang tetap konsisten menetapkan kedua provinsi sebagai tuan rumah, meskipun beberapa arena pertandingan dipindahkan ke DKI Jakarta.
Dengan skema pembiayaan yang sudah mulai dirancang, DPRD NTB optimistis persiapan PON 2028 berjalan lancar tanpa mengorbankan program pembangunan daerah lainnya.