GIRI MENANG — Jalan bypass BIL II yang menjadi akses utama menuju bandara internasional dan kawasan wisata Lombok Barat kerap berubah fungsi menjadi arena balap liar pada malam hingga dini hari. Aksi para pembalap liar ini tak hanya mengganggu ketenangan warga sekitar, tetapi juga membahayakan pengguna jalan yang melintas menuju dan dari bandara.
Berdasarkan laporan yang diterima polisi, para pelaku balap liar kerap menutup akses jalan secara sepihak saat hendak memulai aksi. Situasi ini membuat kendaraan yang melintas, termasuk taksi bandara dan kendaraan wisatawan, harus berhenti atau memutar balik secara paksa.
Menindaklanjuti keresahan itu, Polres Lombok Barat langsung mengerahkan personel. Operasi yang berlangsung sekitar pukul 01.30 WITA itu melibatkan Unit Patroli Samapta, personel Pamapta, Polsek Kediri, Polsek Gerung, serta Pos GMS.
Dalam penyisiran di sepanjang jalur bypass, petugas menemukan puluhan pemuda yang tengah berkerumun di sekitar lokasi. Mereka langsung diberikan imbauan secara persuasif untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.
“Kami bergerak langsung begitu menerima laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan aksi balap liar di jalur BIL II ini,” ungkap Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, melalui Kasat Samapta, Iptu Reza Ihyaul Itsnain.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa patroli preventif seperti ini tidak akan berhenti pada satu malam saja. Petugas akan terus meningkatkan frekuensi pengawasan, khususnya pada jam-jam rawan di akhir pekan.
Langkah ini diambil untuk memastikan jalur bypass BIL II tetap aman bagi pengguna jalan serta mencegah timbulnya korban jiwa akibat aksi kebut-kebutan di jalan umum. Polres Lombok Barat juga mengimbau warga untuk terus melaporkan jika melihat aktivitas serupa di kemudian hari. (RL)