Dosen di Lombok Timur Beli MacBook Rp 15 Juta di TikTok Shop, Paket yang Tiba Malah Berisi 2 Botol Air

Penulis: Ridho Pratama  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 14:13:31 WIB
Dosen di Lombok Timur menerima paket berisi dua botol air setelah memesan MacBook Air M4 secara daring.

LOMBOK TIMUR — Kerugian materi hingga belasan juta rupiah dialami seorang dosen di Lombok Timur setelah transaksi jual-beli elektronik secara daring berujung penipuan. Muhammad Alfian Nur Khair memesan satu unit MacBook Air M4 dari toko Collins Official (Mall) di platform TikTok Shop pada 24 April 2026, dengan total pembayaran Rp 15.253.500.

Setelah pembayaran dinyatakan berhasil, pesanan dikirim menggunakan jasa ekspedisi JNE. Namun saat paket tiba dan dibuka, Alfian justru menemukan dua botol air yang dibungkus karung, bukan laptop yang dipesannya.

Video Unboxing Jadi Bukti Kunci

Alfian merekam proses pembukaan paket sebagai dokumentasi. Dalam rekaman tersebut, ia menunjukkan kondisi paket, label pengiriman, dan isi yang tidak sesuai.

“Saat paket dibuka, isinya bukan MacBook Air M4 yang saya pesan. Yang ada justru dua botol air,” ujarnya.

Ia segera mengajukan komplain melalui fitur pengaduan di TikTok Shop pada hari yang sama. Bukti yang disertakan meliputi video unboxing tanpa jeda, foto kemasan, label pengiriman, dan dokumentasi isi paket.

Banding Diterima, Investigasi Logistik Berjalan

Pengajuan pertama Alfian sempat ditolak. Namun setelah mengajukan banding dan melengkapi dokumen yang diminta, laporan tersebut akhirnya diterima dan masuk dalam tahap investigasi logistik.

Selain melapor ke TikTok Shop, Alfian juga mengajukan keberatan kepada pihak jasa ekspedisi JNE. Hingga kini, ia mengaku belum memperoleh informasi lanjutan mengenai hasil investigasi yang sedang berjalan.

Belum adanya kepastian membuat kerugian yang dialaminya masih belum tergantikan. Nilai kerugian yang ditanggung mencapai Rp 15.253.500, sesuai harga perangkat yang dibelinya.

Harapan Korban: Segera Ada Kejelasan

Alfian berharap seluruh pihak yang terlibat dapat segera menuntaskan proses pemeriksaan dan memberikan kejelasan atas kasus yang dialaminya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi konsumen untuk selalu mendokumentasikan proses unboxing sebagai bukti jika terjadi ketidaksesuaian barang, terutama untuk transaksi bernilai besar di platform daring.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: lingkar.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top